Tertimbun Tanah Bercampur Beton, Pekerja Tambak Udang Tewas

oleh -36 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Kecelakaan kerja terjadi, Selasa (26/11/2019) pagi sekira pukul 07.40 WIB. Korban Lili Supriyadi (27) asal Bandar Lampung ini tewas dengan mengenaskan. Ia tewas setelah tertimbun longsor tanah penahan pintu air tambak udang milik Misriani Sarif (60) di kawasan Pengubaian Kecamatan Kaur Selatan. Evakuasi jasad korban terpaksa menggunakan alat berat. Mengingat, tumbunan tanah bercampur patahan tembok ini cukup sulit menggunakan manual.

Sebelum kecelakaan maut terjadi, korban bersama dua orang rekan kerjanya, sekira pukul 07.30 WIB sedang bekerja finishing pembuatan pintu air pembuangan tambak udang. Dua orang rekan korban memotong kayu dibagian atas bangunan, sedangkan korban memotong kayu penyangga cor beton dibagian bawah. Setelah, kayu selesai dipotong tiba-tiba beton bergeser karena tekanan tanah yang kuat. Tanpa disadari korban, beton patah dan langsung menimpah tubuhnya bersama tanah. Akibatnya, korban tertimbun beton bercampur tanah. Rekan kerjanya yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memberi pertolongan. Namun, karena timbunan tanah cukup tebal dan sulit digali dengan cara manual, akhirnya didatangkan alat berat.

Evakuasi korban membuahkan hasil sekira pukul 09.30 WIB. Saat ditemukan, jasad korban dalam posisi berdiri sambil memegang gergaji kayu yang dipergunakan saat bekerja. Leher korban patah, luka lebam dihampir seluruh tubuh. Korban dievakuasi sudah meninggal dunia. Selain itu, terdapat patah dibagian rahang dan tulang rusuk. Jasad korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kaur Selatan untuk dilakukan visum oleh kepolisian.

Coran beton pintu air pembuangan tambak ini tidak menggunakan tulang dari besi. Pondasi cor tidak menggunakan cakar sehingga, sangat rentan terjadi musibah. Kejadian tersebut membuat hebih warga sekitar yang berdatangan melihat dari dekat proses evakuasi jasad korban.

Korban diketahui baru 20 hari bekerja di tambak udang ini bersama rekannya. Selain itu, korban juga diketahui baru menikah beberapa waktu lalu sebelum ajal menjemput dilokasi kerja dengan tragis. Kejadian nahas ini, menimbulkan kepiluan keluarga dan teman kerjanya. Jasad korban langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulance.

“Ini musibah, kecelakaan maut ini menimbulkan kesedihan dan rasa tidak percaya atas nasib tragis yang dialami korban,” ujar Surono (40) rekan kerja korban yang ikut mengantar jasad almarhum.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *