Tambak Udang Vs Warga Memanas, Empat Kali Mediasi Jalan Buntu

oleh -29 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Kisruh antara pemilik tambak versus warga sekitar di Desa Suka Banjar Kecamatan Tetap memanas. Empat kali dilakukan mediasi yang difasilitasi pemerintah desa setempat menuai jalan buntu. tidak ada penyelesaia terbaik antara kedua pihak. Warga menuntut ganti rugi karena lahan sawah dan kebun kelapa dimasuki rembesan air laut akibat aktivitas tambak.

Karena tidak menemukan kata sepakat kedua pihak, pemerintah desa suka banjar akhirnya angkat tangan. Pemerintah desa tidak sanggup lagi membantu menyelesaikan masalah.

Manajemen tambak udang bersikukuh pada pendiriannya tidak sanggup memenuhi tuntutan warga. perusahaan tambak ini hanya menyanggupi konoensasi sebesar Rp 1 juta bagi pemilik lahan sawah dan Rp 500 ribu untuk lahan seluas 1,5 kubik yang terdampak rembesan air laut.

Sementara warga tetap ngotot menuntut ganti rugi sebesar Rp 10 juta dan Rp 5 juta untuk laha seluas 1,5 kubik. Selain ganti rugi, tuntutan warga yakni pihak tambak membangun parit permanen pembuangan air laut sehingga tidak lagi masuk ke sawah da kebun kelapa.

Mediasi dilakukan pada Kamis 20 Agustus 2020, sekira Pukul 09.30 s/d 11.00  WIB,di Balai Desa Suka Banjar Kecamatan Tetap. mediasi penyelesaian permasalahan pengusaha tambak udang dengan masyarakat pemilik lahan yang ada di sekitar tambak.

Hadir dalam musyawarah,
1. Kades Desa Sukabanjar Bapak Nurlian Efendi,S.Sos
2. Danramil 408-04/KS diwakili Sertu Mulyadi
3. Ketua BPD Bapak Sulaiman,S.Pd
4. Babinsa Serda Yulian Syahri
5. Bhabinkamtibmas Briptu Anggri Ardiansyah
6. Perangkat Desa dan Anggota BPD
7. Perwakilan Tambak:
~ Manajer Tambak Sugeng
~ Humas Tambak Fauzan
8. Warga yang lahan nya terdampak aliran air pembuangan tambak, Zailan dan Hamdan.

Pada tanggal 15-8-2020 Zailan dan Hamdan melapor kepemerintahan Desa Suka banjar bahwasanya air laut yang berasal dari tambak meresap dan masuk kekebun kelapa dan sawah Hamdan dan kesawah Zailan. Menanggapi laporan dari warganya pada tanggal 15-8-2020 pukul 20.00 WIB  pemerintahan Desa Suka banjar memanggil pihak tambak dan warga Desa Sukabanjar  pemilik lahan sawah dan kebun kelapa untuk melakukan  musyawarah untuk melakukan kroscek kelahan tersebut sesuai dengan laporan warga.

pada tanggal 16 Agustus 2020 sekira pukul 07.30 wib perangkat desa,pemilik tambak dan warga lahan nya terkena air laut melakukan kroscek kelahan tersebut dengan hasil, Sawah Zailan kemasukkan air laut sekitar 4 kubik. Sawah Bapak Hamdan sekitar  2,5 kubik dan kebun kelapa 1,5 kubik Dengan hasil pengecekan tersebut warga pemilik lahan menuntut pihak tambak, Zailan meminta ganti rugi sebesar 10 juta dan meminta buatkan parit
permanen pembuangan air laut agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

pemilik Hamdan menuntut ganti rugi sebesar 5 juta serta meminta dibuatkan parit permanen untuk pembuangan air agar kejadian serupa tidak terulang lagi karena tidak ada parit sama sekali.

Pada Tanggal 17-8-2020 Pukul 20.00 WIB pihak tambak menanggapi tuntutan yang di sampaikan warga.
Menurut menejer tambak Bpk Sugeng sudah melaporkan permasalahan ini ke pemilik tambak yaitu Ibu Hj Khadija yang tinggal di Jakarta, penyampaian pemilik tambak bahwa,Ganti rugi tidak ada akan  tetapi akan memberikan kompensasi kepada Bapak Zailn dan Bapak Hamdan setiap musim sawah dengan besaran, Zailan sebesar RP 1.000.000/musim sawah. Hamdan sebesar RP 500.000/musim sawah. Untuk pembuatan parit/saluran air pihak tambak tidak sanggup.

Pada Hari Kamis tanggal 20-8-2020 sekra pukul 09.30 s/d 11.00 wib di kantor balai Desa Suka Banjar dilakukan musyawarah untuk penyelesaian masalah tersebut tapi belum ada penyelesaian.

Permasalahan ini sudah empat kali di musyawarahkan yang di pasilitasi perangkat Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tapi belum ada penyelesaian nya. Masyarakat yang lahan nya terkena air laut dari tambak masih mau menuntut ganti rugi tapi pihak tambak belum bisa untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Karena sudah empat kali di permasalahkan dan dimusyawarahkan pada tingkat Desa namun belum ada penyelesaian nya maka Pemerintah Desa Suka Banjar menyerahkan permasalahan ini kepada kedua belah pihak untuk di selesaikan secara kekeluargaan.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengharapkan kepada kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan damai.(kif/a2n)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *