Tak Kantongi Izin, Parkir Pasar Pagar Batu Ilegal

oleh -0 views

E-BENGKULU.COM, TANJUNG KEMUNIING – Pengunjung pasar rakyat Pagar Batu Desa Tanjung Aur II Kecamatan Tanjung Kemuning keluhkan biaya parkir. Sebab, berdasarkan surat nomor 008/162/DISHUB/KK/2019 tanggal 31 Januari 2019, bahwa Dinas Perhubungan Kabupaten Kaur menunda perizinan parkir di lokasi Pasar Pagar Batu hingga batas waktu yang tidak ditetapkan. Namun, pada kenyataannya pungutan uang parkir kendaraan pengunjung masih dilakukan. Pungutan parkir tersebut bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Sehingga, biaya parkir yang dibebankan kepada pengunjung dapat dikategorikan sebagai Pungutan Liar (Pungli). Hal tersebut masuk dalam tindak pidana, dapat dikenakan sanksi hukum penjara.

“Setiap aktivitas pasar beroperasi, masih ada pungutan parkir terhadap pengunjung. Padahal, dalam surat yang ditandatangani oleh Sekda H. Nandar Munadi, S. Sos, M. Si bahwa pengelolaan parkir pasar Pagar Batu masih ditunda. Belum diperbolehkan untuk memungut biaya parkir,” ujar Syahril (48) warga Desa Tanjung Aur II, Selasa (6/2).

Dikatakan Syahril, berdasarkan surat tersebut, pungutan parkir yang masih dilakukan di pasar Pagar Batu bisa masuk dalam tindak pidana Pungli. Tentu ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi oleh pemungut parkir. Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah melalui Dinas Perhubungan dapat lebih tegas memberi teguran atau mengingatkan agar menghentikan pungutan parkir tersebut. Dalam surat tersebut, juga diminta kepada pemerintah kecamatan untuk mengawasi serta pemantauan terhadap aktivitas parkir pasar. Maka dari itu, pada hari Sabtu dan Rabu saat pasar buka ada baiknya tim kecamatan dan aparat langsung turun mengecek pungutan parkir. Jika masih ada, sudah tentu harus ditindaklanjuti secara hukum. Jangan dibiarkan berlarut-larut, Pungli secara hukum tidak dibenarkan ada sanksi tegas berupa kurungan penjara.

“Pasar Pagar Batu belum beroperasi normal. Kondisinya juga belum kondusif. Sehingga, perlu ada pengawasan yang ketat agar tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari,” pungkasnya.(amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *