Siapkan Rp 7 Miliar, Kaur Lawan Covid-19

oleh -27 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Menindaklanjuti hasil rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sekda Kaur, H. Nandar Munadi, S. Sos, M.Si kembali mengikuti rapat koordinasi bersama Sekprov, H. Hamka Sabri. Rapat melalui vidio telecomfrense (Vidcon) diruang aula Dinas Kominfo Kaur dihadiri kepala dinas perhubungan, kepala dinas kesehatan, kepala BPBD, kepala dinas Bappeda dan instansi terkait lainnya.

Rapat koordinasi membahas langkah penanganan dan kesiapan anggaran daerah melawan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Kaur. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasian Dalam Pemantauan (PDP) mengalami peningkatan.

Satuan tugas posko utama terus melakukan pengawasan dan penanganan serius penyebaran virus ini. Namun, meskipun pemerintah saat ini menyiapkan anggaran mencapai Rp 7 miliar untuk Melawan Covid-19, namun masih banyak kendala dilapangan.

Jarak tempuh antara Kabupaten Kaur dengan rumah sakit rujukan khusus Covid-19 di Kabupaten Bengkulu Selatan cukup jauh. Belum lagi persoalan serius lain yang dihadapi langsung dengan masyarakat. Diantara persoalan pelik yang dihadapi adalah jarak tempuh runah sakit rujukan khusus Covid-19. Jika ada PDP yang meninggal dunia di rumah sakit apakah bisa dimakamkan di pemakaman keluarga atau harus dimakamkan di tempat khusus yang disiapkan pemerintah. Begitu pula dengan proses pemakamannya.

“Kami menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi terkait penanganan Covid-19. Mulai dari rujukan hingga proses pemakaman jika ada yang meninggal dunia yang dindikasikan terpapar Covid-19,” ujar Sekda kepada awak media.

Agar tidak ada kesalah pahaman antara keluarga terpapar virus corona, maka Pemda Kaur mohon petunjuk Sekprov terkait penanganannya. Sehingga, keluarga pasien terpapar Covid-19 dapat memahami dan menerima kondisi saat ini. Untuk itu, rapat koordinasi ini dilakukan dalam hal mengantisipasi kemungkinan buruk dikemudian hari.

“Pemerintah berharap, tidak ada korban meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 bagi masyarakat Kabupaten Kaur pada khususnya. Dan warga Provinsi Bengkulu secara umum. Untuk itu, gaung perlawanan Covid-19 terus dikumandangkan ditengah masyarakat,” jelas Sekda.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *