Sadis, Pria Asal Aceh Gagahi Bocah Ingusan

oleh -301 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Sadis, bejat aksi gila yang dilakukan oleh Er alias Ga (27) pria Asal Aceh, Selasa (12/11/2019). Pria ini menggagahi anak ingusan sebut saja, Madu (6) warga Bukit Indah Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur. Korban predator anak ini mengalami trauma psikis yang luar biasa akibat ulah pelaku yang menggahinya.

Diamankan
PREDATOR ANAK: Penjahat kelamin terhadap anak atau predator seksual berinisial Er alias Ga (27) diamankan Polsek Nasal.(foto:kikif)

Korban pulang kerumah dengan tubuh gemetar menyimpan rasa takut yang begitu mendalam. Saat tiba dirumah, korban dalam kondisi pucat dan ketakutan. Hal ini menbuat ibu korban heran dan langsung mencoba menenangkan buah hatinya. Kemudian, korban pun bicara dengan nada terbatah-batah karena rasa takut dan trauma menekan jiwanya.

Sri Wahyuni (34) ibu kandung korban kaget dan nyaris pingsan mendengar pengakuan buah hatinya. Bak disambar petir, hati nurani sang ibu terkoyak-koyak mendapati kenyataan pahit yang dialami anaknya. Tidak terima atas perbuatan keji pelaku, ibu korban langsung melaporkan peristiwa yabg dialami anaknya ke Polsek Nasal.

Anggota Polsek dipimpin Kapolsek, Iptu Pratikto dan Kanit Rsskrim, Brigpol Kasmon Jauhari mendapat laporan langsung bergerak cepat. Predator anak ini berhasil diamankan dikediamannya. Pelaku diamankan ke Mako Polsek guna menjalani pemeriksaan intensif penyidik.

Pelaku kejahatan kelamin ini dijerat pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman penjara 15 tahun penjara.

Sementara itu, Pjs Kades Bukit Makmur, Burhanudin Ismail, S. Pd kepada awak media mengatakan, kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh pelaku sebelumnya tidak dilaporkan ke pemerintah desa. Sehingga, saat mendapat informasi dari Polsek langsung ditindka lanjuti dengan mendatangi rumah korban. Pelaku sudah diamankan polisi, sementara ini pemerintah desa bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kaur melakukan pendampingan kepada korban. Khususnya, penanganan pemulihan trauma berat yang dialami oleh korban dan keluarga.

“Diharapkan, ke depan masyarakat langsung menyampaikan informasi ke pemerintah desa jika ada masalah apapun. Sehingga, dapat dilakukan pendampingan agar korban tidak dihantui oleh trauma berkepanjangan,” ungkap Pjs Kades.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *