Peduli, Bupati Kaur Jalin Tali Asih Ke Warga Sakit

oleh -32 views

KAUR, E-BENGKULU.COM
Jum’at 8/11/19 Bupati Kaur Gusril Pausi, S. Sos, MAP Jumat (8/11/2019) didampingi Kepala BAZNAS Kaur, Kadis Kominfo, kabag Humas, Camat Tetap serta kepala desa Tetap kunjungi dua warga sakit. Dalam kunjungan tali asih tersebut, bupati menyerahkan bantuan berupa uang tunai. Kedua warga sakit ini adalah warga Desa Babat yakni Muhammad Iqbal berusia 2, 3 tahun yang didiagnosa mengalami gangguan Thalasemia sejak berusia empat bulan. Muhammad Iqbal harus menjalani transfusi darah rutin tiap bulan di RSUD Kaur.

Muhammad Iqbal merupakan buah hati pasangan Eko Sarpiko (25) dan Indah Febrianti (21). Muhammad Iqbal sempat dirawat di RSUD M. Yunus Bengkulu. Kemudian, disarankan untuk dibawa ke RSU Palembang atau Jakarat. Namun, karena keterbatasan biaya yang dimiliki orang tua, Muhammad Iqbal terpaksa dirawat di rumah.

“Kami tidak mampu membawa buah hati ke RSU Palembang atau Jakarta seperti saran dokter yang menangani Muhammad Iqbal. Karena kondisi ekonomi yang memaksa kami hanya bertahan di rumah,” ungkap Eko Sarpiko.

Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian bupati dan pemerintah. Sudah datang langsung ke rumah memberikan bantuan. Selain itu saat ini kami sudah diberi layanan BPJS gratis dari pemerintah. Sebelumbya, kami menggunakan jasa BPSJ mandiri. Semoga bupati diberi keaehatan dan terus peduli dengan warganya seperti kami ini, terang Eko.

Mendengar keluhan dan harapan dari orang tua Iqbal, Bupati Kaur Gusril Pausi, langsung minta Camat Tetap untuk mendata keluarga korban ke pihak Puskesmas dan RSUD Kaur.

“Saya sangat prihatin dengan keadaan bapak Eko sekeluarga, saya minta kepada pak camat untuk memfasilitasi keluarga pak Eko untuk mendapatkan BPJS gratis dengan bekerja sama Puskesmas dan direktur RSUD Kaur, ” ujar bupati dihadapan Iqbal yang sedang terbaring.

Usai mengunjungi rumah Iqbal, Bupati Kaur melanjutkan kunjungan di rumah ibu Darmiwati (75) di desa yang sama. Darmiwati belum lama ini di diagnosa dokter mengidap penyakit kebutaan permanen sejak tiga tahun terakhir. Istri dari bapak Zailan (78) tersebut pada mulanya tidak merasakan tanda-tanda awal akan mengalami kebutaan hanya saja menurut keterangannya beberapa hari sebelum buta, ibu Darmiwati mengalami sakit kepala ringan.

“Tidak ada tanda-tanda kalau istri saya akan buta. Hanya saja dia mengalami sakit kepala ringan beberapa hari sebelum buta, sudah pernah mau di operasi di RSUD M. Yunus Bengkulu, namun dokter mengatakan istri saya mengalami kebutaan permanen,” keluh Zailan.

Zailan juga mengucapkan terima kasih tak terhingga dan senang bupati telah memberikan bantuan uang tunai dan berkenan berkunjung kerumahnya,” tutup Zailan.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *