Pastikan Pilkada Aman, KPU Cek TPS Sulit

oleh -62 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – KPU Kabupaten Kaur pastikan proses pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020 mendatang ini berjalan lancar dan aman. Salah satunya, mendatangi desa yang memiliki atau masuk kategori sulit.

Komisioner KPU Kaur, Irpanadi, S.IKom mengakui bahwa pihaknya melakukan supervisi ke desa yang masuk kategori sulit. Termasuk desa yang pendaftar seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) sepi peminat. Dimana dalam seleksi PPS dari 192 desa dan 3 kelurahan tersebut ada 11 desa lagi yang tersebar di 4 kecamatan masih kurang dari jumlah kebutuhan.

Yakni di kecamatan Muara Sahung, Nasal dan Maje serta Kinal. Untuk di Kecamatan Nasal desa yang pendaftar PPS kurang dari kebutuhan, ada di Desa Tri Jaya, Suka Jaya, Air Batang dan Muara Dua. Tujuannya tidak untuk mengetahui penyebab minimnya pendaftar penyelenggara pemilu di daerah desa yang masuk kategori sulit. Kunjungan juga nengikutkan PPK dan awak mediapuj ikut. Hasilnya memang disebabkan lantaran jarak tempuh cukup jauh. Kemudian kondisi transportasi jalan yang harus menguras tenaga. Mengingat jalan masih tanah dan berlumpur jika hujan. Sehingga tak jarang banyak yang sulit dilewati kendaraan roda dua.

“Kita mendatangi desa desa yang masuk kategori sulit itu untuk melakukan pemetaan terhadap proses tahapan selanjutnya. Seperti saat distribusi logistik nantinya. Ternya memang harus kebih dulu disalurkan nantinya dibandingkan daerah yang tidak sulit. Karena untuk menempuh desa ke desa itu butuh waktu berjam jam. Kemudian.juga untuk pemetaan keamanannya. Termasuk.juga menelusuri penyebab minimnya pendaftar PPS, ” terang mantan wartawan ini, Sabtu (7/3/2020).

Lanjut Irpanadi, untuk penyebab minimnya pendaftar PPS itu karena masyarakat lebih banyak dengan perkjaanya seperti berkebun yang kebetulan sedang musim panen. Disisi lain juga keterbatasan jenjang pendidikan. Termasuk jarak.yang sangat jauh dan harus menguras tenaga yang ikut menjadi faktor minimnya pendaftar penyelenggara ditingkat desa.

“Untuk mengatasi kekurangan sesuai regulasi itu, bahwa KPU berkoordinasi.dengan Perguruan Tinggi atau lembaga profesi. Nah karena perguruan tinggi tidak ada, maka KPU berkoordinasi dengan.Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Tujuanya untuk.meminta nama nama.sesuai kebutuhan untuk diseleksi menjadi PPS,” ungkap Koordinator Divisi Teknis ini

Ditambahkanya, dengan telah dilakukan langka langla sesuai regulasi maka kekurangan.PPS di daerah masuk kategori sulit tersebut dapat.terpenuhi. sehingga tidak menganggu jalannya proses tahapan.

“Ya kita optimis baik itu dalam proses pelaksanaan tahapan di TPS sulit seperti penyaluran logistik serta mengatasi kelurangan penyelenggara tingkat desa dapat terwujudkan dengam baik. Sehingga selain.pelaksanaan berintegritas, hasilnua nanti memang berkualitas, tambahnya.

Untuk diketahui bahwa dalam Pilkada 24 September ada 265 TPS. 55 TPs diantaranya masuk kategori sulit. Tersebar di empat kecamatan yakni Muara Sahung, Nasal, Maje san Tetap. Sedangkan tahapan seleksi PPS ada 1.575 pelamar tetapi setelah proses penelitian administrasi ada 186 yang tidak lulus. Lantaran masuk dalam sistem parpol. Sehingga dari 1.389 PPS yang ikut tes tertulis didapati ada 55 yang tidak hadir. Sehingga yang berkesempatan untuk mengikuti tahapan hanya 1.334.

“Perekrutan PPS tinggal menunggu pengumuman nilai tes tertulis. Nanti ada sesi tes wawancara,”demikian Irpanadi.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *