Nyonya Derta Rohidin: Guru Kreatif Penggerak Merdeka Belajar

oleh -34 views

KAUR,  E-BENGKULU.COM – Selasa (3/3/2020) diruang aula Pemda Kaur, Bunda Paud Provinsi Bengkulu, Nyonya Derta Wahyulin Rohidin Mersyah gelar seminar pendidikan Paud se-Kabupaten Kaur. Acara dengan tema ‘Guru kreatif penggerak merdeka belajar’ dihadiri kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Endy Yurizal, SP, Sekretaria Dinas, Jonaidi, guru Paud dan Himpaudi se-Kabupaten Kaur Serta Kabid Paudni, Martyn Yusuf, M.Si.

Bunda Paud Provinsi Bengkulu ini berpesan kepada para guru Paud agar menjadi pengayom bagi anak-anak. Guru Paud hendaknya menjadi contoh dan tauladan anak baim dalam lisan maupun tindakan.

“Anak usia dini merupakan masa Golden Gold. Tentunya, peran dari guru Paud sangat besar dalam mendidik dan menciptakan karakteristik anak untuk masa pertumbuhannya. Oleh karena itu guru Paud harus berorientasi pada lingkungan sekitar dalam menerapkan pendidikan anak,” ujar Nyonya Derta Wahyulin Rohidin Mersyah dalam sambutannya.

Bunda Paud juga selalu berupaya mendengar keluh kesah guru Paud. Diantaranya, honor yang sangat minim bahkan bisa dikatakan jauh dari kata standart. Tidak sebanding dengan kerja keras dan resiko mendidik anak-anak. Karena itu, Bunda Paud mendorong Bupati, Gubernur, Dinas Pendidikan serta para Kades untuk sama-sama mencari solusi agar guru Paud bisa lebih semangat mengajar.

“Miris memang, ada guru Paud yang sukarela mengajar namun tidak diberi honor. Kerja bakti mereka demi masa depan anak yang lebih baik. Ini patut diapresiasi dengan baik agar semangat mengajar guru Paud tidak pudar sebagai pahlawan pendidikan,” terang Nyonya Derta Wahyulin Rohidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaur, Endy Yurizal, SP mengatakan, melalui kegiatan seminar sehari ini diharapkan dapat memotivasi guru Paud untuk lebih giat dan semangat menjalankan tugas dan fungsinya. Dinas pendidikan selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi guru Paud. Meskipun, honor yang diberikan belum sebanding dengan jerih payah mereka dalam mendidik anak-anak. Namun, inilah bentuk keseriusan pemerintah mencurahkan perhatian terhadap dunia pendidikan non formal.

“Semoga kegiatan ini memberi motivasi serta meningkatkan kualitas guru Paud di Kabupaten Kaur. Kehadiran Bunda Paud bagian dari upaya perhatian untuk para guru Paud,” ujar Endy Yurizal didampingi Sekretaris dinas, Jonaidi.(kif/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *