Mesin Meledak, ASN Kecamatan Luka bakar

oleh -6 views

KELAM TENGAH – Nahas dialami Heni Kairunisa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Kelam Tengah, Sabtu (31/8) pukul 16.00 WIB. Korab merupakan warga Desa Siring Agung Kecamatan kelam Tengah. Mesin penggilingan bubuk kopi yang sedang beroperasi tiba-tiba meledak. Akibatnya, korban mengalami luka bakar pada kedua tangan, pelipis serta bagian mata. Korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Assyifa Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) untuk mendapat perawatan medis. Mengingat luka bakarnya cukup serius, korban harus menjalani rawat inap di RS Assyifa.

Data terhimpun e-bengkulu.com, sebelum kejadian nahas tersebut, korban melayani warga yang menggiling bubuk kopi dirumahnya. Namun, saat menggiling bubuk kopi tiba-tiba mesin meledak. Padahal, mesin dalam kondisi layak pakai. Bahkan, mesin tidak ada yang rusak. Suara dentuman keras membuat warga sekitar kaget dan berhamburan menghampiri korban yang terpental akibat dentuman keras mesin yang meledak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam, peristiwa nahas tersebut. Warga yang menunggu penggilingan bubuk kopi nyaris pingsan karena suara keras dikeluarkan mesin tersebut.

Mesin terangkat setinggi 1 meter, beruntung tidak menyambar atap rumah atau barang yang mudah terbakar lainnya. Sehingga, percikapan api yang keluar tidak menyebabkan kebakaran hebat pada saat kejadian. Sontak, peristiwa ini membuat warga Desa Siring Agung heboh dan berlarian memberi pertolongan kepada korban. Korban dibawa warga ke RS Assyifa untuk mendapat perawatan medis. Beruntung, hanya luka bakar yang dialami oleh korban. Tidak ada luka serius pada dirinya, sebagian warga membantu membersihkan sisa mesin yang berantakan akibat meledak.

Camat Kelam Tengah, Gunawar, S. Sos melalui staf bidang pemerintahan, Gunadi Isnawan, S. IP dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian yang dialami oleh Kasi Pemerintahan tersebut. Korban masih dirawat di RS Assyifa untuk mengobati luka bakar yang dialaminya. Mudah-mudahan, tidak membahayakan bagi kesehatan korban sehingga dapat segera pulih dan pulang ke rumahnya. Kabar kecelakaan nahas tersebut sampai ke staf dan pegawai kecamatan sekira pukul 16.45 WIB. Kemudian, staf langsung ke rumah korban dan berangkat ke RS Assyifa untuk melihat kondisinya secara langsung.

“Ini murni musibah yang dialami kasi pemerintahan. Staf dan pegawai kantor camat berharap, luka yang dialami korban cepat pulih dan dapat pulang untuk beristirahat,” ujarnya.(amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *