Membawa Bumi Sumatra Naik Level Lewat Tol Trans Sumatera

oleh -0 views

E-BENGKULU.COM, BENGKULU – Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi harapan baru pemacu pertumbuhan ekonomi di pulau Sumatera. Tersambungnya JTTS akan mengubah Sumatera menjadi motor yang lebih kencang dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data BPS Februari 2021, saat ini Pulau Sumatera menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua setelah Jawa dengan sumbangsih 21,36%. Terbangunnya JTTS dipercaya akan membawa pulau berjuluk Bumi Melayu tersebut naik level meningkatkan laju roda perekonomian di masa depan.

Trans Sumatera Digenjot

Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu taktis dalam urusan pembangunan jalan tol. Di dua periode pemerintahannya, pembangunan jalan tol dilakukan begitu masif di dua pulau penyumbang ekonomi terbesar Indonesia, yakni Jawa dan Sumatera.
Di pulau Jawa, Jokowi menggenjot pembangunan Tol Trans Jawa hingga rampung seluruhnya (Merak Surabaya) pada akhir 2018 lalu. Di Sumatera, Jokowi menargetkan lebih dari 2.000 km jalan tol tersambung dari Lampung hingga Aceh pada akhir 2024 mendatang.

Pembangunan tol Trans Sumatera merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah. Proyek yang telah lama diinisiasi ini akhirnya ditugaskan kepada PT Hutama Karya (HK) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2015 tentang perubahan Perpres Nomor 100 Tahun 2014 tentang percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera.

Mekanisme penugasan akhirnya dipilih untuk melakukan percepatan pembangunan. Proyek ini sempat tak dilirik investor lantaran tak layak secara finansial meski pada ukuran keekonomian sangat besar manfaatnya.HK sebagai satu-satunya BUMN konstruksi yang sahamnya dimiliki konstruksi yang sahamnya dimiliki penuh oleh pemerintah pun diberi penugasan. Proyek tol Trans Sumatera akhirnya dikebut sejak 2015 dan dimasukkan ke dalam daftar prioritas proyek strategis nasional agar percepatan pembangunannya terjaga.

Mengutip data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Minggu (21/3/2021), hingga saat ini, HK telah mengoperasikan secara penuh 513 km JTTS yang terdiri dari beberapa ruas. Di antaranya Tol Bakauheni Terbanggi Besar (141 km), Tol
Terbanggi Besar-Pematang
Panggang-Kayu Agung (189 km),Tol Palembang-Indralaya (22 km), Tol Medan-Binjai seksi 1A, 2 & 3 (15 km), Tol Pekanbaru-Dumai (132 km), dan Tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (14 km).
Dengan tambahan 643 km ruas tol yang sedang konstruksi saat ini, maka panjang JTTS yang sudah dibangun oleh HK telah mencapai sekitar 1.156 km. Angka yang sangat impresif untuk pembangunan dalam waktu 5 tahun terakhir.Harapan Baru

Jalan tol bisa jadi barang mewah untuk warga Sumatera. Bagaimana tidak, waktu tempuh perjalanan yang telah akrab dilalui sangat lama, kini bisa dipangkas berjam-jam.
Jalan bebas hambatan pertama di Sumatera beroperasi di Medan pada tahun 1989. Tol sepanjang 33 km tersebut menghubungkan Medan dengan dua lokasi strategis Belawan dan Tanjung Morawa. Setelah itu, baru 26 tahun kemudian
pembangunan Tol Trans Sumatera dilanjutkan kembali.Tol Palembang-Indralaya menjadi yang pertama hadir di Bumi Melayu setelah lebih dari seperempat abad tak ada pembangunan. Tol ini juga jadi jalan bebas hambatan pertama di Sumatera Selatan.

“Tadi waktu di mobil Pak Gubernur bisik-bisik ke saya, Pak Presiden, tol ini sudah diimpi-impikan sejak zaman Belanda, saya tidak percaya masa mimpi kok dari zaman Belanda? Tapi setelah masuk ke sini tadi saya betul-betul kaget,” kata Presiden Jokowi saat peresmian di gerbang tol Palembang-Pemulutan, Palembang, Kamis (12/10/2011
Setelah itu pengoperasian JTTS terus bergulir hingga menciptakan berbagai rekor. Di antaranya pengoperasian tol terpanjang di Indonesia untuk ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (189 km), pengoperasian tol perdana di Provinsi Riau untuk ruas Pekanbaru-Dumai (132 km), hingga tol perdana di Provinsi Aceh untuk ruas Tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (14 km).

Hadirnya JTTS menjadi harapan baru bagi peningkatan ekonomi warga sekitar. Kehadirannya diharapkan mendorong tumbuhnya investasi.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *