Lingkungan Disinyalir Tercemar, Dewan “Bungkam”

oleh -0 views

E-BENGKULU.COM, BENGKULU UTARA – Action legislatif terkait proses pengecekan operasi pabrik CPO di PT Sandabi Indah Lestari (SIL), menyisahkan tanda tanya publik. Pascasejumlah anggota parlemen daerah yang sempat dikomandoi oleh ketua Komisi III DPRD BU, Hasdiansyah, turun dan memeriksa limbah pengelolaan kelapa sawit dan ditemukan kecurigaan terkait limbah ke sungai. Hingga saat ini, pihak desa yang terdampak atas aktifitas perusahaan belum mengetahui hasil uji limbah tersebut. Bahkan ditambah adanya keluhan warga saat memfungsikan air sungai, berikut kerap terlihat air sungai berwarna hitam pekat.

“Kami pihak desa sama sekali tidak tahu bagaimana hasil uji limbah, yang disebut-sebut sempat menjadi sorotan anggota dewan di daerah. Masyarakat sangat ingin tahu hasil seperti apa. Karena kerap ada laporan warga yang mengalami gatal-gatal saat mandi di sungai. Belum lagi sering kali terlihat kondisi air sungai yang notabene jernih, namun berubah hitam pekat,” ungkap Kepala Desa (Kades) Lubuk Banyau Kecamatan Padang Jaya, Haji Mukti Ali.

Ia menegaskan, seyogyanya hal yang menyangkut masyarakat perlu diketahui bersama. Apalagi memang titik akhir pembuangan limbah yang mengaliri sungai, menjadi konsumsi sehari-hari oleh warga. “Beberapa tahun silam juga sempat diperiksa laboratorium. Namun hasil uji Sample limbah juga tidak diketahui. Malah belum lama ini pihak dewan kembali melakukan pemeriksaan dan hasilnya juga tidak diketahui. Sudah pasti jika terjadi pencemaran, masyarakat dan ekosistem sekitar yang dirugikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tak hanya mendesak ekspose hasil uji limbah. Permasalahan tanggungjawab sosial perusahaan yang sempat dijanjikan sejak Tahun 2017 pun belum terealisasi. “Soal kebutuhan air bersih seperti dijanjikan perusahaan saja, belum terealisasikan secara keseluruhan. Semula sumur bor dan Tahun 2018 dialihkan ke pipanisasi. Realisasi dilapangan baru sebatas puluhan rumah saja yang telah mendapatkan fasilitas air bersih yang disediakan perusahaan. Sedangkan masih menyisahkan ratusan rumah, yang sempat dijanjikan bakal direalisasikan,” cetusnya.

Seturut yang disampaikan Kepala Desa Lubuk Banyau, Ketua BPD Giri Mulya, Joko Witoyo turut mempertanyakan hasil pemeriksaan limbah perusahaan yang disinyalir telah mencemari Sungai. Disisi lain, perihal tanggungjawab sosial, pria yang sempat mencalonkan diri dalam bursa legislatif ini turut mendesak respon perusahaan. “Apapun persoalan yang melibatkan masyarakat luas, tentu harus disikapi dan diselesaikan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD BU, Hasdiansyah belum dapat memberikan klarifikasi. Dihubungi wartawan ini melalui nomor pribadinya tengah tidak aktif. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *