Lima Kali Gasak Kotak Amal Masjid, Remaja Tanjung Kemuning Disel

oleh -0 views

E-BENGKULU.COM, KAUR – Sukses melancarkan aksi specialist curi kotak amal masjid, Ri (20) remaja asal Desa Padang Tinggi Kecamatan Tanjung Kemuning berakhir di sel tahanan Polsek Tanjung Kemuning, Kamis (11/3/2021) pukul 04.00 WIB. Ri diamankan warga saat kedapatan beraksi merusak dan menggondol uang kotak amal di Masjid Al-A’mal Desa Sulauwangi pukul 03.00 WIB.

Setiap kali melancarkan aksinya, Ri selalu sendirian. Ia merusak kotak amal masjid menggunakan besi. Kemudian, menguras semua uang yang dalam kotal amal. Namun, ia mengalami nahas Kamis (11/3/2021), ulahnya diketahui oleh warga sekitar masjid dan langsung ditangkap.

Dari pengakuannya kepada lintasnusantara.id, ia sudah lima kali mencuri kotak amal. Dua kali milik masjid Al-A’mal, dua kali di Masjid Al-Qadri Desa Sulauwangi dan satu kotak amal di Rumah Makan (RM) Sriwulan Desa Sulauwangi. Bahkan, Ri juga mengakui bahwa ia juga melakukan pencurian dua ekor ayam bangkok milik warga Desa Sulauwangi.

Dalam melancarkan aksi pencurian kotak amal masjid ini, Ri membekali diri dengan senjata tajam (Sajam) jenis siwar. Sebagai sarana memperlancar aksinya, Ri menggunakan sepeda motor grandong.

Uang hasil curiannya dimanfaatkan untuk berpoya-poya, makan, rokok dan ngelem aibon, pil samcodin dan nyawer biduan kafe di Sulauwangi. Aksi pencurian kotak amal masjid ini dilakukan dalam rentan waktu tujuh bulan terakhir. Rata-rata satu kotak amal masjid berisi uang jamaah senilai Rp 500 ribu lebih.

Kapolres Kaur, AKBP Dwi Agung Setyono, S. IK, MH melalui Kapolsek Tanjung Kemuning, Iptu Rabnus Supandri, S. Sos disampaikan Kanit Reskrim Aipda Adi Wijaya, SH membenarkan mengamankan pelaku pencurian kotak amal masjid di Desa Sulauwangi. Pelaku masih diperiksa dan dikonfrontir dengan keterangan para saksi serta mendengar keterangan dari pemerintah desa dan pengurus masjid.

“Diamankan guna diperiksa atas tindak pidana pencurian kotak amal masjid. Pelaku disangkakan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP dan atau Undang-Undang darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam tanpa hak dan profesinya. Ri terancam penjara dalam kurun waktu yang lama diatas lima tahun,” ujar Adi Wijaya, SH dikonfirmasi lintasnusantara.id.

Sementara itu, pengurus masjid Al-A’mal Desa Sulauwangi, Aguslanto mengungkapkan, aksi pencurian kotak amal masjid ini sudah meresahkan. Pelaku diintai saat beraksi dan langsung disergap.

“Saat ditangkap dan interogasi pengurus masjid, pelaku mengaku anak yatim piatu guna mengelabui warga. Setelah ditanya lebih dalam ia mengakui hidup bersama ibu dan kakak, ayahnya sudah meninggal,” ucap Aguslanto.(fat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *