Lahan Diserobot PT BSL, Warga Kedurang Geruduk DPRD BS

oleh -13 views

BENGKULU SELATAN, E-BENGKULU.COM – Sedikitnya, 60 warga Kecamatan Kedurang Ulu dan Kecamatan Kedurang Ilir datang ke DPRD Bengkulu Selatan (BS), Kamis (23/1/2020). Puluhan warga dua kecamatan ini tiba di gedung wakil rakyat pukul 11.00 WIB. Kedatangannya, mengadu nasib lahan pertanian mereka yang diduga kuat diserobot oleh perusahaan kelapa sawit PT Bengkulus Sawit Lestari (BSL).

Jurus bicara warga, Repol (40) warga Kecamatan Kedurang Ulu menyampaikan maksud dan tujuannya datang menemui wakil rakyat yang dipimpin langsung ketua DPRD BS, Barli Halim, SE. Mereka mengadukan lahan mereka digarap oleh perusahaan PT BSL.

15 orang perwakilan masyarakat dipersilakan masuk dalam ruangan guna menyampaikan secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Warga berharap mendapat dukungan dari DPRD BS dalam menyelesaikan penggarapan lahan milik petani oleh PT BSL tanpa pamit.

Warga Desa Kedurang Ilir dan Kecamatan Kedurang Ulu merasa tidak pernah menjual lahan/kebunnya ke pihak PT BSL. Tapi kini pihak PT BSL telah mengklaim lahan itu sudah dibeli. Bahkan, ada sebagian telah digarap oleh pihak perusahan. PT. BSL mendapatkan izin lokasi untuk keperluan pembangunan perkebunan kelapa sawit. Lokasinya terletak di Kecamatan Pino dan Kedurang Ilir.

Dengan surat keputusan Bupati BS Nomor 100/506 tahun 2017, dengan luas 2.034 hektare. Adapun lokasi yang ditentukan di Kecamatan Kedurang Ilir seluas 993 Ha di Desa Lubuk Ladung, Air Sulau, Limus Penindaian, Padang Bindu, Nanjungan, Pagar Banyu, Sukarami dan Betunga. Sedangkan, Kecamatan Pino seluas 1.034 Ha terletak di Desa Gajuh, Kota Bumi dan Sebilo.

Dalam pembukaan lahan, PT. BSL menggarap lahan milik warga Desa Karang Caya. Warga merasa tidak masuk lokasi dalam lokasi izin. Lahan milik warga sebagian yang dibeli PT. BSL tidak pernah dijual pemiliknya. Bahkan, untuk mendapatkan hak itu lagi masyarakat sudah melaporkan ke Polsek setempat. Atas saran dari Polsek untuk melaporkan kejadian ini ke Polres. Mereka sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres. dan permasalahan tidak ada jalan keluarnya.

Hearing ke DPRD ini, agar mendapatkan dukungan untuk mendapatkan hak atas lahan tersebut. Banyak diantara kebun yang telah dikuasi PT. BSL lahan kebun sudah bersertifikat.

DPRD BS menyikapi keluhan warga dengan baik, DPRD BS berjanji akan menindaklanjuti keluhan warganya dalam mendapat keadilan lahan yang diserobot perusahaan. Akan dilakukan evaluasi ulang tentang perzinan PT. BSL. Serta mengurai akan lahan milik warga diambil PT BSL. Jika memang pemilik tidak pernah menjual sementara perusahaan sudah mengklaim miliknya. Dalam waktu dekat DPRD BS akan memanggil Perusahaan PT. BSL dan harus ada Jalan keluarnya.

Ketua Komisi III Holman, SE, menyampaikan pandangannya, hak masyarakat yang mereka tuntut harus dikembalikan. Sebab, mereka tidak pernah merasa menjual kebun/lahan mereka ke PT. BSL dan Masyarakat jangan dirugikan dalam urusan perkebunan, Milik mereka tidak boleh dikuasi perusahaan tanpa ada kejelasan statusnya. DPRD BS akan berkoordinasi dengan Instansi terkait agar permasalahan tersebut bisa cepat selesai dan tuntas.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *