Kualitas Buruk, Harga Cabai Anjlok

oleh -13 views

BINTUHAN, E-BENGKULU.COM – Kemarau panjang menimbulkan dampak buruk terhadap hasil produksi pertanian. Akibatnya, banyak jenis tanaman yang dihasilkan berkualitas buruk. Seperti haknya, cabai merah mengalami gangguan pada tumbuh kembangnya. Kualitas panen turun, menyebabkan harga jual dipasaran anjlok. Cabai merah saat ini dijual pedagang dengan harga Rp 28.000 hingga Rp 30.000/Kg.

Penurunan harga cabai ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. Penyebabnya adalah kualitas buah cabai yang kurang baik. Namun, anjloknya harga jual cabai ini disambut baik konsumen. Mayoritas konsumen tidak memperdulikan kualitas yang penting rasanya tetap pedas.

“Kemarau panjang menyebabkan kualitas buruk. Akibatnya, harga jual anjlok. Sebelumnya, harga cabai mencapai Rp 70.000/Kg. Namun, sejak pasokan cabai kualitasnya buruk memaksa pedagang menurunkan harga jual,” ungkap Eva (28) pedagang cabai di Pasar Impres Kota Bintuhan Kabupaten Kaur, Kamis (26/9).

Terpisah, Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kaur melalui Kabid Perdagangan, Agus Sopian mengatakan, kemarau panjang banyak menimbulkan dampak pada kualitas hasil pertanian. Sehingga sebagian mengalami penurunan harga jual. Disisi lain, ada jenis tanaman yang harganya justru naik berlipat ganda. Diantaranya adalah jenis sayur, wortel, kentang, kubis, tomat dan jenis rempah dapur lain mengalami kenaikkan harga akibat kemarau. Hingga sampai saat ini aktivitas jual beli di pasar masih berjalan normal. Belum ada laporan keluhan dari pembeli maupun pedagang.

“Yang terpenting, masyarakat tetap mengkonsumsi makanan sehat. Bila ditemukan adanya pasokan sayur ataupun makanan yang tidak sehat segera dilaporkan agar ditindak lanjuti. Kondisi pasar pada umumnya masih stabil, mengingat pasokan barang didatangkan dari kabupaten tetangga maupun provinsi terdekat,” ungkap Agus Sopian.(kikif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *