Korupsi DD Rp 319,9 Juta Tahun 2018, Mantan Kades Geramat Ditahan Polisi

oleh -65 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Kaur Polda Bengkulu tetapkan mantan Kades Geramat Kecamatan Kinal berinisial ES (39) sebagai tersanka kasus korupsi Dana Desa (DD) mencapai Rp 319,9 juta. Tersangka langsung ditahan penyidik guna menyelesaikan berkas perkaranya sebelum diserahterimakan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kaur.

Satreskrim menggelar pres realise atas penahanan terhadap tersangka. Pres realise dipimpin Kasat Reskrim Iptu Pedi Setiawan, SH didampingi KBO Reskrim Ipda Joko Susanto, SH dan penyidik Tipikor. Tersangka ditahan atas dasar Laporan Polisi Nomor LP/190-A/III/2020/Bengkulu/Res Kaur tanggal 17 Maret 2020 serta surat perintah penyelidikan Nomor Sprin.sidik/22/III/2020/Reskrim tanggal 17 Maret 2020.

Berdasarkan laporan hasil audit Inspektorat Daerah Kabupaten Kaur ditemukan 8 bentuk penyimpangan pada pengelolaan DD Geramat Kecamatan Kinal Kabupaten Kaur. Bahwa dari penyimpanggan tersebut, dampak yang ditimbulkan menyebabkan kerugian pada keuangan negara sebesar Rp.319.912.560,00 kemudian ditindaklanjuti dengan meminta kepada tersangka untuk menyetorkannya melalui Kas Desa, akan tetapi sampai dengan jangka waktu yang ditentukan belum menyetorkan kerugian negara tersebut. Selanjutnya, Inspektorat Daerah Kabupaten Kaur merekomendasikan kepada Kepolisian Resort Kaur untuk memproses penyimpangan dalam pelaksanaan DD Geramat Kecamatan Kinal Kabupaten Kaur Tahun Anggaran 2018 yang tidak ada bukti pertanggungjawabannya senilai Rp.319.912.560,00 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bahwa setelah menerima Rekomendasi Inspektorat Daerah Kabupaten Kaur, Satuan Reserse Kriminal Unit Tindak Pidana Korupsi Melakukan penyidikan terhadap perkara tersebut.

Tindak pidana yang disangkakan,
“setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah “. Subsider “setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit 50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar.”

Pasal yang disangkakan,
Pasal 2 Ayat (1) Sub Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke–1 KUHP.

Barang Bukti yang diamankan polisi berupa, 38 buah Dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan Dana Desa Geramat.(kif)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *