Kilas 2019: Kejahatan Turun, Penanganan Kasus Lebih Cepat

oleh -20 views

KAUR, E-BENGKULU.COM –¬†Polres Kaur gelar Press Release hasil penyelesaian kasus kejahatan tahun 2019. Digedung Satreskrim Polres Kaur, dipimpin langsung Kapolres, AKBP Arief Hidayat S.IK, MH paparkan capaian penyelesaian kasus dan angka kriminalitas dalam rentan waktu satu tahun terakhir. Dari press realise tersebut, angka kejahatan di wilayah hukum Polres Kaur mengalami penurunan. Sedangkan, penanganan kasus oleh aparat kepolisian berjalan lebih cepat.

Hadir dalam press realise tersebut, Waka Polres Kaur, Kompol Hanny Junianto, SH. Kabag Ops Polres Kaur AKP Eka Candra, SH, MH, Kasat Reskrim Iptu Ahmad Khairuman, SE, M.Si, Kasat Intelkam Iptu Tomson Sembiring, SH, KBO Sat Lantas Ipda Charles Efendi serta KBO Sat Res Narkoba Aipda Widianto

Maksud kegiatan yakni, untuk memberikan gambaran tentang penyelidikan dan penyidikan yang di tangani Sat Reskrim, Sat Narkoba dan Sat Lantas Polres Kaur. Sedangkan, tujuan adalah untuk mengetahui jumlah kejadian dan pengungkapan tindak pidana yang terjadi selama tahun 2019 di wilayah hukuk Polres Kaur serta yang menjadi hambatan dalam proses pengungkapan kasus serta melakukan persentase penyelesaian kasus dan jumlah kasus periode 2018 dengan 2019.

Konfrensi Pers tersebut langsung di sampaikan oleh Kapolres Kaur, Jumlah Kriminalitas berdasarkan Penggolangan 4 (empat) jenis kejahatan antara Tahun 2017, tahun 2018 dan Tahun 2019 yang terjadi di wilayah Hukum Polres Kaur, adalah sebagai berikut :

a. Jenis Kejahatan yang terjadi Tahun 2017 =174 Kasus dan tahun 2018 =154 Kasus
sedangkan tahun 2019 = 110 Kasus

b. Jumlah Kejahatan yang terjadi Tahun 2017 adalah 174 Kasus dan Tahun 2018 adalah 154
Kasus sedangkan tahun 2019 = 110 Kasus dengan perincian sebagai berikut:

1). Konvensional
Tahun 2017 = 164 Kasus
Tahun 2018 = 145 Kasus
Tahun 2019 = 96 Kasus

2).Transnasional
Tahun 2017 = 3 Kasus
Tahun 2018 = 10 Kasus
Tahun 2019 = 12 Kasus

3).Kekayaan Negara
Tahun 2017 = 10 Kasus
Tahun 2018 = 9 Kasus
Tahun 20190 = 14 Kasus

4). Kontijensi
Tahun 2017 = – Kasus
Tahun 2017 = – Kasus
Tahun 2017 = – Kasus

c. Peringkat jenis kejahatan yang terjadi adalah sebagai berikut :

1). Konvensional (Tahun 2017) dengan perincian adalah
a). Rangking 1 = Surat ( 46 Kasus )
b). Rangking 2 = Curanmor ( 23 Kasus )
c). Rangking = Penganiayaan ( 18 Kasus )
d). Rangking 4 = Penggelapan ( 24 Kasus )

2). Konvensional (Tahun 2018) dengan perincian adalah :
a). Rangking 1 = Surat ( 35 Kasus)
b). Rangking 2 = Penganiayaan ( 27 Kasus )
c). Rangking = Curanmor ( 12 Kasus )
d). Rangking 4 = Persetubuhan anak dibawah umur ( 9 Kasus )

3). Konvensional (Tahun 2019) dengan perincian adalah :
a). Rangking 1 = Curat ( 21 Kasus)
b). Rangking 2 = Penganiayaan ( 15 Kasus )
c). Rangking = Curanmor ( 10 Kasus )
d). Rangking 4 = Persetubuhan anak dibawah umur ( 9 Kasus )

4). Trans Nasional (Tahun 2017) dengan perincian adalah :
– Untuk kejahatan Transnasional pada tahun 2017 terdapat 3 Kasus Narkoba

5). Trans Nasional (Tahun 2018) dgn perincian adalah :
– Untuk kejahatan Transnasional pada tahun 2018 terdapat 10 Kasus Narkoba

6). Trans Nasional (Tahun 2019)dgn perincian adalah :
– Untuk kejahatan Transnasional pada tahun 2019 terdapat 12 Kasus Narkoba.

7). Thd Kekayaan Neg(Tahun 2017)dgn perincian adalah

a). Rangking 1 = illegal logging (2 Kasus )
b). Rangking 2 = Lahgun BBM / Pupuk (2 Kasus)
c). Rangking 3 = Perikanan (2 Kasus)
d). Rangking 4 = Konservasi Alam 1 ( Kasus)

8). Thd Kekayaan NegTahun 2018 dan perincian adalah
a). Rangking 1 = Illegal logging (3 Kasus )
b). Rangking 2 = Perikanan ( 2 Kasus )
c). Rangking 3 = Lahgun BBM dan Pupuk (2 Kasus )
d). Rangking 4 = Mineral dan Batubara ( 1 Kasus)

9). Thd Kekayaan Negara (Tahun 2019) dengan perincian adalah:

a). Rangking 1 = illegal logging dan illegal Mining ( 4 Kasus)
b). Rangking 2 = illegal Mining (3 Kasus)
c). Rangking 3 = Lahgun BBM dan Pupuk (2 Kasus )
d). Rangking 4 = Konservasi Alam ( 2 Kasus)

10). Untuk kejahatan Kontijensi dari tahun 2017 tahun 2018 dan tahun 2019 Tidak Ada Kasus.

d. Jumlah Kasus yang telah diselesaikan adalah sebagai berikut :

1). Tahun 2017 adalah
Lapor = 174 Kasus
Selesai = 122 Kasus
Prosentase = 70,11 %

2). Tahun 2018 adalah
Lapor = 153 Kasus
Selesai = 134 Kasus
Prosentase = 87,58 %

3). Tahun 2019 adalah
Lapor = 110 Kasus
Selesai = 108 Kasus
Prosentase = 98,18 %

4). Perbandingan Tahun 2019 dengan Tahun 2017 Penyelesaian kasus Turun 64 penyelesaian (36,78%)

5). Perbandingan Tahun 2019 dengan Tahun 2018 Penyelesaian kasus Turun 44 penyelesaian (28,57 %)

B. Perbandingan Selang Waktu Terjadinya Kejahatan, Rasio Kejahatan dan pola Kejahatan terhadap harta benda (Curat, Curas dan Curanmor) antara Tahun 20172018 dan 2019, sesuai (Tabel 5) adalah sebagai berikut:

1. Kasus Curat

a. Perbandingan selang waktu terjadinya kejahatan

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019341714 ’00” dengan Tahun 2017 = 190,26’2″
maka untuk Tahun 2019 terjadinya kejahatan lebih lambat.
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019= 417,14’00 dengan Tahun 2018 =
2501748 ” maka untuk Tahun 2019 terjadinya kejahatan lebih lambat.

b. Perbandingan Rasio Kejahatan

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 1,75 dengan Tahun 2017 = 3,851 maka untuk Tahun 2019 terjadinya kejahatan lebih sedikit resiko terkena tindak pidana yaitu jiwa per 10.000 penduduk.
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 175 dengan Tahun 2018 = 2,930 maka untuk Tahun 2019 terjadinya kejahatan lebih sedikit resiko terkena tindak pidana yaitu jiwa per 10.000 penduduk.

c. Untuk Perbandingan Pola Kejahatan.

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 21.87 % dengan Tahun 2017 = 26,43% maka untuk Tahun 2019 Pola Kejahatan menurun
2).Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 21,87 % dengan Tahun 2018 = 22,87 % maka untuk Tahun 2019 Pola Kejahatan menurun

2. Kasus Curas

a. Perbandingan selang waktu terjadinya kejahatan.

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019= nihil dengan Tahun 2017=292,00’00” maka
untuk Tahun 2019 selang waktu terjadinya kejahatan nihil.
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = nihil dengan Tahun 2018 = 8760,00’00”
maka untuk Tahun 2019 selang waktu terjadinya kejahatan nihil.

b. Perbandingan Rasio Kejahatan.

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 =nihil dengan Tahun 2017 = 0,251 maka untuk Tahun 2019 terjadinya Rasio kejahatan nihil yaitu jiwa per 10.000 penduduk.
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = nihil dengan Tahun 2018= 0,083 maka untuk Tahun 2019 terjadinya Rasio kejahatan nihil terkena tindak pidana yaitu jiwa per 10.000 penduduk

c. Untuk Perbandingan Pola Kejahatan.

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = nihil dengan Tahun 2017 = 1,72% maka untuk Tahun 2019 terjadinya Pola kejahatan nihil
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = nihil dengan Tahun 2018 = 0,65 % maka untuk Tahun 2019 terjadinya Pola kejahatan nihil.

3. Kasus Curanmor

a. Perbandingan selang waktu terjadinya kejahatan

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 8760000 ” dengan Tahun 20173805210 ” maka untuk Tahun 2019 selang waktu terjadinya kejahatan menurun frekuensinya.
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 =876,00’00” dengan Tahun 20187300000 ” maka untuk Tahun 2019 selang waktu terjadinya kejahatan menurun frekuensinya.

b. Perbandingan Rasio Kejahatan

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 0,83 dengan Tahun 2017 = 1,925 maka untuk Tahun 2019 terjadinya kejahatan lebih sedikit resiko terkena tindak pidana yaitu jiwa per 10.000 penduduk

2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 0,83 dengan Tahun 2018 = 1,004 maka untuk Tahun 2019 terjadinya kejahatan lebih sedikit resiko terkena tindak pidana yaitu jiwa per 10.000 penduduk

c. Untuk Perbandingan Pola Kejahatan.

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 10,41 % dengan Tahun 2017 = 13,21% maka untuk Tahun 2019 Pola Kejahatan menurun.
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 10,41 % dengan Tahun 2018 = 7,84 % maka untuk Tahun 2019 Pola Kejahatan meningkat

C. Perbandingan Selang Waktu Terjadinya Kejahatan, Rasio Kejahatan dan pola Kejahatan terhadap Jiwa
(Anirat, Pembunuhan, Pemerkosaan) antara Tahun 20172018 dan 2019, sesuai (Tabel 5) adalah sebagai
berikut :
1. KASUS ANIRAT

a. Perbandingan selang waktu terjadinya kejahatan.

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019= 1251,42’00” dengan Tahun 2017= nihil maka untuk Tahun 2019 selang waktu terjadinya kejahatan meningkat frekuensinya.

2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019= 12514200 dengan Tahun 2018-nihil maka untuk Tahun 2019 selang waktu terjadinya kejahatan meningkat frekuensinya.

b. Perbandingan Rasio Kejahatan

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019= 0,83 dengan Tahun 2017 = nihil maka Tahun 2019 terjadinya Rasio kejahatan meningkat sehingga resiko terkena tindan pidana yaitu jiwa per 10.000 penduduk
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019= 0,83 dengan Tahun 2018 = nihil maka untuk Tahun 2019 terjadinya Rasio kejahatan meningkat jiwa per 10.000 penduduk.

c. Untuk Perbandingan Pola Kejahatan.

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019=7,29 % dengan Tahun 2017 =nihil maka untuk Tahun 2019 Pola Kejahatan meningkat

2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019=7,29 dengan Tahun 2018 = nihil maka untuk Tahun 2019 Pola Kejahatan meningkat.

2. KASUS PEMBUNUHAN

a. Perbandingan selang waktu terjadinya kejahatan.

1). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 7248,00’00” dengan Tahun 2017 = nihil maka untuk Tahun 2019 terjadinya kejahatan meningkat
2). Bila dibandingkan antara Tahun 2019 = 7248,00’00” dengan Tahun 2018 = nihil maka untuk Tahun 2019 terjadinya kejahatan meningkat.

Data pelanggaran lalu lintas polres kaur bulan januari s/d desember 2019

Tilang : 2443
Teguran : 600

Data laka lantas di wilkum polres kaur bulan januari s/d desember 2019

Laka lantas tabrakan

Jumlah kejadian : 29
Md : 15
Luka ringan : 28
Luka berat : 9
Rugi mat : Rp. 249.000.000

Rekap Ungkap Kasus Narkoba tahun 2019 Polres Kaur :

Ket perkara tahun 2019

CT : 12 Kss
CC : 14 Kss ( 2 LP split berkas )
Target sidik thn 2019 :11 Kasus
Sidik : 14 kasus

Jumlah tsk : 14 Orang
Laki-laki : 11 orang
Perempuan : 3 orang

Persentase ungkap kasus : 127.3 %
Berat total :1,19 gram ( serah JPU dan musnah )
Ket perkara tahun 2018 CT = 10, CC = 10 dari target 9 kasus prosentase 111%

Kegiatan selesai pukul 10.00 Wib berjalan dengan aman dan kondusif.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *