Jepang – Indonesia Tandatangani Pakta Transfer Teknologi dan Senjata

oleh -0 views

E-BENGKULU.COM, INTERNASIONAL – Menurut Janes, salah satu proyek yang paling potensial adalah frigat kelas 30FFM Jepang, yang sedang dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI). Kamis, 01-04-2021, TSM-Jepang – Indonesia tandatangani pakta transfer teknologi dan senjata ke Indonesia pada hari Selasa (30/3). Pakta tersebut sekaligus menjadi payung untuk mendukung ekspor pertahanan Jepang ke Indonesia di tengah meningkatnya “agresi” China di kawasan khususnya di Laut China Selatan (LCS).

Rincian tentang platform potensial untuk dijual tidak diungkapkan tetapi Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengindikasikan bahwa pembicaraan tentang kemampuan semacam itu akan segera dimulai. Pernyataan resmi menunjukkan bahwa kemampuan tersebut akan diarahkan untuk mendukung keamanan maritim.

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo tersebut akan mendukung kerja sama industri pertahanan antara kedua negara dan upaya Indonesia untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya.

Jepang dan Indonesia telah membahas perjanjian peralatan dan teknologi selama beberapa tahun terakhir dan perjanjian tersebut pada prinsipnya disepakati oleh kedua belah pihak untuk memfasilitasi kolaborasi kemampuan keamanan maritim termasuk frigat dan kombatan permukaan lainnya.

Menurut Janes, salah satu proyek yang paling potensial adalah frigat kelas 30FFM Jepang, yang sedang dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI) yang baru saja mengakuisisi Mitsui yang diumumkan pada 29 Maret. Proyek frigat 30FFM Jepang memang dapat saja masuk dalam pakta perjanjian tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Motegi dan Menteri Pertahanan Nobuo Kishi serta mitranya dari Indonesia, Retno Marsudi dan Prabowo Subianto sepakat untuk berpartisipasi aktif dalam latihan militer multinasional dan bersama-sama mengembangkan pulau-pulau terpencil di Jepang sendiri telah meluncurkan dua frigat kelas Mogami tersebut pada 19 November 2020 dan yang terbaru pada 3 Maret 2021 lalu.

Frigat canggih dengan panjang 132,5 meter yang dapat melaju dengan kecepatan maksimum lebih dari 30 knot ini hanya diawaki oleh sekitar 90 pelaut hal ini menunjukkan bahwa kapal telah memiliki otomatisasi tingkat tinggi. (Agus Setiawan).

Untuk persenjataan diisi oleh :

BAE Systems Mk.45 mod.4 Sistem meriam

angkatan laut 5 inci x 1 Japan Steel Works Sistem Senjata Jarak

Jauh 12,7mm × 2 Mk 41 VLS

– Raytheon SeaRAM x 1

Rudal anti-kapal MHI Tipe 178 – Mitsubishi Electric OPY-2 multifungsi

Radar

– Sensor Mitsubishi Electric OAX-3E0 / IR

Sonar anti ranjau Hitachi OQQ-11

Sonar anti-kapal selam NEC OQQ-25 (VD

/TASS)

UUV (OZZ-5 oleh MHI) dan USV untuk tindakan penanggulangan ranjau – Ranjau laut untuk perang ranjau ofensif.Untuk persenjataan diisi oleh :

BAE Systems Mk.45 mod.4 Sistem meriam angkatan laut 5 inci x 1

– Japan Steel Works Sistem Senjata Jarak

Jauh 12,7mm x 2

Mk 41 VLS

– Raytheon SeaRAM x 1

Rudal anti-kapal MHI Tipe 17 x 8 Mitsubishi Electric OPY-2 multifungsi

Radar

– Sensor Mitsubishi Electric OAX-3E0 / IR – Sonar anti ranjau Hitachi OQQ-11

– Sonar anti-kapal selam NEC OQQ-25 (VD

/TASS)

UUV (OZZ-5 oleh MHI) dan USV untuk tindakan penanggulangan ranjau

– Ranjau laut untuk perang ranjau ofensif.(kif)

Posting oleh: Sustiana Herru Sumber: nusantaranews.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *