Jasad Membusuk Dalam Pondok Kebun, Warga Maje Heboh

oleh -429 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Warga Desa Arga Mulya Kecamatan Maje mendadak heboh, Jumat (6/12/2019). Pasalnya, warga mendapati sesosok mayat dikerumuni lalat dengan perut kembung. Mayat yang diketahui bernama Luki (60) warga desa setempat ditemukan membusuk dalam pondok kebun dengan posisi telentang menggunakan celana pendek tanpa baju.

Pondok
POLICE LINE: Police line dipasang Satreskrim Polres Kaur dipondok kebun tempat penemuan mayat membusuk. Diperkirakan, jasad ini sudah lima hari membusuk.

Mayat pertama kali terlihat oleh saksi mata, Azis (37) warga setempat saat melintas depan pondok tempat mayat ditemukan. Saksi berniat mencari bambu, namun saat melintas depan pondok tersebut, tiba-tiba ada ayam terbang dari dalam pondok yang diikuti ratusan lalat hijau. Saksi kaget dan mencoba mendekat namun bau busuk menyengat hidung membuat saksi takut untuk lebih dekat meskipun pintu pondok tidak tertutup.
Saksi langsung berbalik arah pulang ke desa memberitahukan hal tersebut kepada keluarga korban. Kemudian, anak kakek malang ini Amsirudin langsung mengecek pondok kebun milik ayahnya. Dan betapa kagetnya sang anak saat terlihat sesosok mayat kaku dikerumuni lalat tergeletak dalam pondok tersebut dengan mengeluarkan bau busuk menyengat hidung.
Saksi dan anak korban langsung meminta bantuan warga dan menghubungi aparat kepolisian untuk mengevakuasi jasad kaku tersebut. Tidak lama berselang, anggota Polsek Maje diback up tim identifikasi Satreskrim Polres Kaur tiba dilokasi. Guna kepentingan penyelidikan, polisi memasang tanda police line agar tidak merusak atau menghilangkan alat bukti maupun petunjuk penyeban kematian kakek malang ini.
Jasad kaku dengan perut kembung ini langsung dievakuasi menggunakan kantong mayat yang dibawa polisi. Jasad korban dibawa ke Puskesmas Nasal untuk diotopsi.
Hasil otopsi tim dokter, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik terhadap jasat korban. Tidak ditemukan adanya bekas luka akibat senjata tajam maupun tanda penganiayaan senjata tumpul. Kasus ini dalam penanganan Polres Kaur dan Polsek Maje. Evakuasi jasad korban oleh polisi hingga 4 jam.
Diperkirakan, korban meninggal dunia sendirian dalam pondok kebun sudah lima hari. Pasalnya, sebelum ditemukan tewas. Korban sempat minta diantar oleh anaknya berobat ke Krui Lampung pada Minggu (1/12/2019). Namun, karena tidak bisa mengantar, akhirnya sang anak mengunakan jasa travel. Pada pukul 16.00 WIB dihari yang sama, korban sudah tiba lagi dirumah anaknya. Kemudian, sekira pukul 17.00 WIB minta diantar ke pondok kebun dimana korban ditemukan tewas.
Dugaan sementara, kakek malang ini meninggal akibat sakit yang dideritanya. Namun, guna memastikan penyebab kamatiannya, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saksi dan anak korban dimintai keterangan terkait riwayat sakit korban maupun persoalan lain.
Untuk mencapai lokasi pondok kebun, polisi dan warga harus berjalan kaki menyeberangi sungai. Jasad korban diangkut menggunakan tandu bambu menuju jalan yang dapat dilintasi kendaraan. Pondok kebun dengan pemukiman warga diperkirakan memakan jarak tempuh 5 KM lebih. Proses evakuasi berjalan lancar dengan bantuan warga sekitar meskipun harus melintasi medan yang cukup berat.(kif)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *