Jalan Putus Total, Karang Taruna Minta Perbaikan

oleh -0 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Derasnya terjangan air di bantaran sungai padang guci menyebabkan putusnya jalan penghubung kecamatan padang guci hilir menuju kecamatan tanjung kemuning. Putusnya jalan ini bukan kali pertamanya, akan tetapi sudah dua kali, tanggul yang di bangun pada tahun 2018 lalu tidak bisa menahan debit air yang cukup tinggi, apalagi kabupaten kaur sudah satu pekan mengalami cuaca buruk, Rabu (10/12/2020)

Jalan ini merupakan akses masyarakat untuk mengangkut hasil bumi, kalau jalan ini putus seperti ini maka dipastikan banyak hasil bumi yang tidak bisa di angkut. Sehingga bisa melemahkan sistem prekonomian masyarakat padang guci hilir, yang notabennya masyarakat tani.

Pjs Kepala Desa Ulak Agung Hengki Tomi,SE mengatakan” kami sangat berharap kepada pemerintah provinsi, balai sumatra 7 ataupun BPBD untuk mengambil tindakan, karna ini bukan kali pertama jalan ini mengalami abrasi, karna tidak adanya tanggul penahan banjir bahkan di tahun 2019 lalu 11 kuburan hanyut, kami sangat berharap kepada pemerintah untuk membangun tanggul penahan banjir,” ujarnya.

Selain itu juga kami menghimbau kepada masyarkat yang akan lewat akses jalan desa ulak agung sebaiknya putar arah ke kecamatan kaur utara, karna hanya satu itu akses jalan yang masih bisa di lewati, maka dari itu kami sangat berharap kepada pemerintah terkait untuk cepat bertindak, agar akses jalan padang guci hilir menuju kecamatan tanjung kemuning segerah di perbaiki.

Sedangkan Ketua Karang Taruna Padang Guci Hilir Monadi menyampaikan” kami sangat prihatin dengan akses jalan ini, walau di tahun 2018 lalu sudah di bangun tanggul akan tetapi ini belum cukup untuk menahan derasnya debit air padang guci, karna memang di tahun 2018 lalu hanya setengah yang di bangun dari daerah yang rawan abrasi sungai air padang guci, kami sangat berharap kepad pemerintah untuk segerah bertindak, sebenarnya proposal dari pemerintah desa ataupun dari kecamatan sudah mengajukan ke balai sumatra 7 akan tetapi sampai saat ini tidak ada tanggapan.” Terang Monadi

Lanjutnya ” apa harus sampai desa ulak agung ini rata dengan air baru proposal kami di akomudir, kami sangat kecewa dengan ini. Kami sebagai pemuda di kecamatan padang guci hilir sangat memohon kepada pemerintah yang terkait khususnya Balai Sumatra 7, untuk membangun tanggul penahan banjir yang ada di kecamatan padang guci hilir,” tegas Monadi. (Kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *