Isteri Kajagung Ziarah Makam Leluhur

oleh -2 views

E-BENGKULU.COM, PADANG GUCI HILIR – Kajagung bersama istri dijadwalkan ziarah di makam leluhurnya di Desa Pulau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir), hari ini (8/4) pukul 16.30 WIB. rombongan Kajagung, HM Prasetyo bersama istri tiba di Bandahara Fatmawati Bengkulu pukul 09.30 WIB. kemudian dilanjutkan sarapan pagi di Kota Bengkulu, pukul 10.30 WIB, rombongan berangkat menuju Kabupaten Kaur. Diperkirakan pukul 13.30 WIB rombongan beristirahat di Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) makan siang. Pukul 14.30 WIB rombongan menuju lapangan Desa Coko Enau Keamatan Kaur Utara mengecek persiapan pelaksanaan kegiatan, Selasa (9/4). Kemudian, rombongan berangkat menuju Desa Pulau Panggung untuk berziarah ke makam leluhur nyonya Ros Ellyana Prasetyo. Di lokasi ini kedatangan rombongan disambut langsung oleh Camat Padang Guci Hilir, Ali Suanadi, S. Pd bersama stafnya dan keluarga besar Ros Ellyana Prasetyo. Usai ziarah, rombongan bertolak menuju Rumah Dinas (Rumdin) Bupati di Bintuhan. Pukul 19.30 WIB, digelar acara silaturrahmi dan makan malam bersama di Rumdin bupati.

“Ya, dijadwalkan rombongan Kejagung akan melakukan ziarah di Desa Pulau Panggung. Kemudian, kembali ke Rumdin bupati di Bintuhan untuk istirahat dan makan malam bersama. Baru pagi hari Selasa (9/4) acara di lapangan Desa Coko Enau,” ujar Camat Padang Guci Hilir, Ali Suanadi, S. Pd, Senin (8/4).

Ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan di lapangan Desa Coko Enau diantaranya, sunatan masal, deteksi dini kanker rahim dan pengobatan gratis. Kedatangan rombongan Kajagung bersama istri akan disambut dengan karangan bunga serta tarian kreasi kabupaten Kaur. Acara dijadwalkan akan berakhir pukul 12.30 WIB, Selasa (9/4) usai makan siang bersama, rombongan akan bertolak menuju Bandara Fatmawati Bengkulu untuk kembali lagi ke Jakarta. Kehadiran Kajagung bersama istri dalam rangka bakti sosial dan ziarah. Mengingat, istri Kajagung merupakan asli kelahiran Desa Pulau Panggung.

“Ini adalah bukti bahwa banyak masyarakat asli daerah terpencil yang sukses di ibu kota negara. Bahkan, menjadi pejabat negara. Ini kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kecamatan Padang Guci Hilir pada khususnya,” ungkap camat.(rar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *