Honor Belum Dicairkan, KPPS Ancam Baikot Pungut Hitung

oleh -2 views

E-BENGKULU.COM, TANJUNG KEMUNING – Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (TPS) se-Kecamatan Tanjung Kemuning nyaris mogok. Mereka menyatakan sikap tidak akan membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggelar hajatan besar lima tahun sekali tersebut. Pasalnya, KPPS kecewa akibat ketidakpastian terkait anggaran KPPS dari KPUD. Hingga pukul 11.45 WIB, KPPS belum bergerak menyiapkan TPS pelaksanaan pungut hitung pemilu serentak. Mereka tetap ada kepastian anggaran KPPS untuk dicairkan. Apalagi, KPPS mendapat informasi dari Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) anggaran KPPS sudah dicairkan oleh KPU setempat sejak dua hari sebelumnya.

KPPS berkumpul dan meminta kejelasan anggaran mereka hingga siang hari. Jika tidak ada titik terang, maka KPPS akan mogok, tidak akan menyelenggarakan pemungutan suara di TPS masing-masing. Oleh sebab itu, untuk menghindari gangguan pemilu tersebut, pihak terkait harus bekerja ekstra keras guna mencarikan anggaran KPPS sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga, pemungutan suara dapat dilaksanakan besok. Sekitar pukul 12.00 WIB, KPPS mendapat konfirmasi bahwa anggaran tersebut akan dicairkan bersamaan dengan pendistribusian logistik pemilu. Sehingga, KPPS pun mulai mempersiapkan TPS untuk melaksanakan pemungutan suara.

KPPS menunggu konfirmasi kejelasan anggaran mereka hingga tengah malam nanti. Jika hingga pukul 06.00 WIB besok belum ada juga kepastian maka KPPS tidak akan melaksanakan pemungutan suara. Meskipun, mereka sudah membuat TPS sebagai lokasi pemungutan suara. Pembuatan TPS dilakukan untuk antisipasi jika ada kepastian anggaran mereka malam nanti. Sehingga, tidak repot harus menyiapkan TPS pada malam hari. Namun, tetap harus diantisipasi dengan baik oleh instansi terkait jika sampai tidak ada kabar pendistribusian anggaran KPPS. “Siang ini TPS tetap dibuat guna antisipasi kalau anggaran dicairkan malam hari. Namun, meskipun demikian jika tidak juga dicairkan maka seluruh KPPS akan menolak melaksanakan pemungutan suara,” ungkap salah seorang anggota KPPS Meska.(WND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *