Hasil Musdesus, 109 KK di Desa Tinggi Ari Bakal Terima BLT DD

oleh -23 views

TANJUNG KEMUNING, E.BENGKULU.COM – Agar pendistribusian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tepat sasaran, Pemerintah Desa Tinggi Ari, Kecamatan Tanjung Kemuning menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk menetapkan masyarakat calon penerima, Selasa (2/6/20). Musdesus ini berlangsung di halaman rumah salah satu perangkat desa setempat dengan dihadiri Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Tinggi Ari, Nuksabandi, Camat Tanjung Kemuning, Roliansyah, S.Sos, BhabinKamtibmas, Babinsa, perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat dan sejumlah warga desa setempat. Musdesus ini dipimpin oleh tim relawan Covid 19 di desa tersebut.

Pjs Kades Tinggi Ari, Nuksabandi, melalui ketua tim relawan Covid 19 di desa itu, Rikiansyah mengatakan, dari Musdesus tersebut akhirnya dicapai kesepakatan bahwa calon penerima BLT DD Tahun Anggaran 2020 yang diperutukkan bagi masyarakat kurang mampu terdampak Covid 19 di desa itu, yakni sebanyak 109 Kepala Keluarga (KK).
“Ya, dari hasil musyawarah tadi, telah ditetapkan sebanyak 109 KK sebagai calon penerima BLT DD di Desa Tinggi Ari,” ujar Rikiansyah saat dikonfirmasi media ini beberapa saat usai kegiatan musdesus tersebut.

Dikatakan, bahwa daftar calon penerima BLT DD itu sebelumnya diperoleh dari hasil pendataan oleh tim relawan desa untuk penanganan Covid 19. Hasil pendataan ini kemudian dibawa ke forum rapat untuk kemudian divalidasi bersama seluruh peserta musyawarah untuk selanjutnya ditetapkan sebagai calon penerima manfaat bantuan tunai tersebut. Adapun penganggarannya mengacu Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6 Tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan Dana Desa untuk pencegahan dan penanganan virus corona (Covid-19), Padat Karya Tunai Desa dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa).

Pihaknya berharap, dengan ditetapkannya nama calon penerima manfaat BLT DD melalui musdesus tersebut, maka diharapkan tidak akan ada lagi kecemburuan sosial dan prasangka yang kurang baik di masyarakat setempat. (a2n)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *