Geger Penemuan Mayat Perempuan Terapung di Sungai Sambat Kaur

oleh -598 views

MAJE, E.BENGKULU.COM – Warga yang tinggal disekitar aliran sungai Air Jelatang (Sungai Sambat) Desa Air Jelatang, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, digegerkan penemuan mayat. Sesosok mayat perempuan ditemukan terapung di sungai itu, Jumat siang (26/6/20) sekira pukul 14.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh Iskandar (63) warga setempat yang tengah mencari ikan di aliran sungai tersebut. Islandar yang melihat sosok benda terapung dengan posisi tertelungkup di sungai itu lantas memanggil Marsuli, warga lain yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Kedua saksi ini lalu menarik sosok manusia yang diduga sudah tak bernyawa lagi itu ke tepian sungai menggunakan kayu. Keduanya kemudian melapor ke pemerintah desa dan diteruskan ke kepolisian terdekat.

“Saat ditemukan warga, (mayat) sudah mengapung di sungai. Sekitar jam dua siang tadi. Lalu kami bersama warga yang melaporkan penemuan mayat itu ke lokasi bersama aparat kepolisian,” ujar Kepala Desa Air Jelatang, Amran, kepada E.BENGKULU.COM.

Mengetahui informasi tersebut, pihak kepolisian setempat langsung menuju ke TKP untuk melakukan evakuasi dan identifikasi korban. Proses evakuasi melibatkan sejumlah warga dan Babinsa diwilayah tersebut. Jenazah dievakuasi ke Puskesmas Kaur Selatan untuk dilakukan upaya prosedur visum et repertum pada mayat tersebut.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan pihak kepolisian setempat, korban diketahui berjenis kelamin perempuan bernama Zainap (45), seorang Ibu Rumah Tangga yang berasal dari Desa Parda Suka, Kecamatan Maje. “Korban berjenis kelamin perempuan, warga Desa Parda Suka, Kecamatan Maje,” terang Kapolres Kaur Polda Bengkulu, AKBP Puji Prayitno, S.IK.,MH melalui Kapolsek Maje IPDA Cahya Prasada Tuhuteru, S.Trk saat dikonfirmasi E.BENGKULU.COM, Jumat (26/6/2) malam.

Menurut keterangan pihak keluarga, korban diketahui menderita penyakit skizofer (kurang ingatan) dan epilepsi (ayan). Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan tindakan kepolisian dan menerima kematian korban. (a2n)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *