Galian C Operasi, Jalan Ulak Agung Putus Lagi

oleh -1 views

E-BENGKULU.COM, PADANG GUCI HILIR – Jalang poros milik provinsi di Desa Ulak Agung Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) kembali putus. Jalan yang menghubungkan ke Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning putus karena aktivitas galian C ilegal kembali marak. Ironisnya, aktivitas galian C tepat berada di jalan putus yang sudah ditimbun untuk dilalui oleh masyarakat. Bahkan, sangat jelas terpasang garis polisi disekitar arae tersebut. Namun, dump truk yang mulai aktif mengangkut material tersebut seakan tidak memperdulikan garis polisi. Pengangkutan material ini menunjukan bahwa galian C secara ilegal sudah berkembang lagi. Dump truk melintas setiap hari.

“Mobil dump truk mengangkut material batu kali kembali marak. Setiap hari, dua hingga tiga dump truk melintas memuat batu. Pengambilan batu kalu dilakukan tepat diposisi jalan putus yang dipasang garis polisi,” tulis Jaibadi Senap di akun media sosial facebooknya, Minggu (26/5).

Salah seorang warga Kecamatan Pagulir, Sunarman (41) membenarkan adanya aktivitas pengangkutan material batu kali tersebut. Namun, tidak diketahui siapa pemilik dump truk tersebut. Selain itu, apakah memang sudah mendapat izin untuk pengamabilan batu kali dari pemerintah atau tidak. Jika material tersebut dipergunakan untuk pembangunan Dana Desa (DD) tentu patut diusut hukum. Sebab, material diperoleh dari cara ilegal. Untuk kelengkapan Spjnya tentu tidak resmi atau melalui kuari resmi atau toko bangunan yang menyediakan material.

“Yang jelas aktivitas pengangkutan batu ini sangat ilegal. Dan mesti ditindak lanjuti oleh pemerintah maupun penegak hukum. Jangan sampai, kecamatan ini kembali memanas karena galian C. Pengalaman protes warga harus jadi pedoman jangan sampai ada yang turun kejalan seperti beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Ditambahkan, kuat dugaan material tersebut disuplay ke pembangunan DD. Namun, tidak diketahui ke desa mana saja. Pemerintah dan aparat kepolisian harus bertindak tegas menangkap bahkan menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sebab, ini sudah jelas melanggar perundang-undangan khususnya pertambangan. Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi dump truk pengangkut material yang setiap hari datang mengambil batu seenaknya sendiri tanpa mengikuti prosedur resmi, tutupnya.(WND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *