Dua Tahun Bendungan Tak Terawat, Hamparan Sawah Air Nasal Alih Fungsi

oleh -0 views

E-BENGKULU.COM, NASAL – Bendungan tak terawat dan tertimbun longsor menyebabkan ratusan hektare sawah hamparan Air Nasal terancam alih fungsi. Tidak adanya suplai air menyebabkan petani mulai beralih kejenis tanaman lain.

Dua tahun terakhir, hamparan sawah ini tidak dapat ditanami padi. Petani memanfaatkan dengan tanam palawija. Padahal, sebelumnya hamparan sawah ini mampu menjadi penghasil gabah yang mencukupi kebutuhan beras lokal.

“Kondisi sudah dua tahun terakhir. Sejak bendungan tak berfungsi lahan sawah hanya menjadi ladang palawija,” ujar Romi (47) warga Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal, Jumat (12/2/2021).

Bukan hanya itu, siring pasang yang ada pun terdampak tanah longsor. Pendangkalam siring menyebabkan air tersumbat untuk menyuplai ke sawah. Karenanya, petani tidak memiliki lagi pasokan air guna menggarap sawah.

Hamparan sawah Air Nasal mencakupi wilayah beberapa desa diantaranya, Desa Suku Tiga, Tanjung Baru, Tanjung Betuah, Gedung Menung dan Ulak Pandan. Kawasan ini menjadi lumbung padi setiap tahunnya. Namun, sejak bendungan tidak terawat dan siring tertimbun longsor maka sawah tidak lagi terairi.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *