Dinas Pertanian Kaur Verifikasi CPCL Bantuan Power Thresher

oleh -10 views

KAUR, E- BENGKULU.COM – Guna mencapai swasembada pangan berkelanjutan, Dinas Pertanian Kabupaten Kaur akan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan hibah alat pengolahan pasca panen yang berupa mesin perontok padi (power thresher). Namun sebelum menentukan kelompok penerima alat tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Kaur melalui Bidang Penyuluhan dan Bidang Ketahanan Pangan melakukan verifikasi calon penerima dan calon lokasi (CPCL) bantuan tersebut. Verifikasi CPCL bantuan Power Thresher kali ini dilakukan terhadap kelompok tani hamparan Makmur Sejahtera, di Desa Mentiring Kecamatan Semidang Gumay, Rabu (15/7/20).

 

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Erditi mengatakan, verifikasi ini merupakan upaya untuk memastikan kesiapan, keberadaan dan potensi kelompok calon penerima bantuan, apakah kelompok bisa menerima dan memenuhi kriteria atau tidak. Verifikasi sekaligus berguna untuk melihat kepengurusan kelompok, dinamika dan keaktifan, serta aspek lainnya.

 

Menurutnya, Hasil dari verifikasi ini nantinya akan digunakan sebagai bahan penilaian dan pertimbangan terhadap kelompok calon penerima bantuan tersebut. Sehingga diharapkan akan mendapatkan kelompok penerima bantuan yang tepat sasaran dan alat yang diberikan akan digunakan sesuai dengan kebutuhan kelompok. “Setelah verifikasi ini, nanti akan ada penilaian untuk menentukan kelompok tani ini layak atau tidak menerima bantuan,” ujar Erditi.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kaur, Linda Miranda, mengharapkan agar para kelompok tani dapat memanfaatkan serta memelihara bantuan pemerintah. Dengan begitu, bantuan alsintan yang telah tersalurkan maupun baru akan dibagikan itu dapat meningkatkan hasil produksi demi kesejahteraan petani. “Kelompok tani yang telah menerima bantuan ataupun baru akan menerima bantuan (alsintan) ini harus aktif dan kompak. Paling tidak, sebulan atau tiga bulan sekali adakan pertemuan anggota kelompok. Sekiranya nanti kelompok tani ini dapat bantuan, jangan jadi ribut sesama anggota. Jangan pula dijualkan, ” tegas Linda. (a2n)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *