Diduga Terkena Serangan ‘Angin Duduk’, Pria Asal Kota Bengkulu Ditemukan Tewas di Pondok Kebun Milik Warga Desa Sulauwangi

oleh -323 views

TANJUNG KEMUNING, E.BENGKULU.COM – Warga Desa Sulauwangi, Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, digegerkan dengan tewasnya seorang pria paruh baya di salah satu pondok kebun milik warga desa setempat, Kamis malam (2/7/20) sekira pukul 20.00 WIB.

Diketahui, korban yang meninggal dunia secara mendadak tersebut berinisial Fir (55), seorang buruh tani, warga asal Kota Bengkulu. Diduga korban tewas akibat terkena serangan ‘angin duduk’. Diketahui, angin duduk merupakan nyeri dada yang muncul akibat adanya gangguan aliran darah ke jaringan otot jantung manusia. Angin duduk menyebabkan aliran darah menuju jantung menjadi terhambat. Sehingga menjadi salah satu gangguan jantung yang cukup berbahaya, karena dapat mengakibatkan pengidapnya meninggal dunia.

Kapolres Kaur, AKBP Puji Prayitno, S.IK, melalui Kapolsek Tanjung Kemuning IPTU Rabnus Supandri, S.Sos disampaikan Kanit Pulbaket Brigpol Dovi T, membenarkan hal tersebut.
“Ya (benar), TKP di perkebunan Air Anak Besar di Desa Sulauwangi, Kecamatan Tanjung Kemuning. Jarak dari TKP ke pemukiman warga cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan dengan berjalan kaki. Saat dievakuasi oleh warga, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Menurut keterangan saksi, korban meninggal terkena angin duduk,” ujar Dovi.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, awalnya pada Kamis malam (2/7/20) sekira pukul 18.30 WIB, rekan korban yakni ERTONO (saksi), mengajak korban untuk makan malam di pondok kebun di wilayah perkebunan Air Anak Besar Desa Sulauwangi Kecamatan Tanjung Kemuning. Saat itu, korban enggan menuruti ajakan saksi untuk makan malam tersebut. Hal itu lantaran korban mengeluh sakit di bagian dada. Lalu korban mengambil balsem dan membaluri bagian tubuhnya yang sakit itu. Setelah saksi Ertono selesai makan, warga Desa Sulauwangi itu langsung mengeroki dan memijat tubuh korban. Setelah itu korban tidur telungkup dan mengatakan kondisi korban sudah agak baikan. Namun tidak lama berselang, tiba tiba korban mengerang kesakitan hingga tidak sadarkan diri. Melihat itu, saksi Ertono kaget lantas berusaha mencari pertolongan dengan memanggil warga lainnya yang sedang ngecamp di sekitar lokasi kejadian. Namun sepertinya Tuhan berkehendak lain. Korban menghembuskan nafas terakhirnya di pondok kebun tersebut. Diduga kuat korban meninggal dunia di TKP akibat terkena serangan jantung.

Setelah itu saksi Ertono bersama sejumlah warga lainnya melakukan evakuasi terhadap jenazah korban. Proses evakuasi jenazah korban sedikit terhambat lantaran jarak antara lokasi kejadian ke jalan utama desa tersebut cukup jauh. Selain itu, proses evakuasi terhadap jasad korbam hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Jenazah korban digotong oleh warga menggunakan peralatan seadanya. Sesampainya jenazah di jalan utama desa tersebut, jenazah lalu dievakuasi oleh warga dibantu petugas menuju ke RSUD Kaur untuk dilakukan visum et repertum.

Dari hasil visum et repertum terhadap jasad korban, petugas tidak menemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh jenazah. Malam itu juga, korban yang meninggal dunia secara mendadak itu dibawa oleh pihak keluarga ke daerah asalnya untuk dimakamkan. (a2n)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *