Curi Gitar SD, Dua Remaja Maje Masuk Bui

oleh -56 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Selasa (4/2/2020) Polsek Maje berhasil amankan dua remaja bertangan jahil. Kedua remaja ini yakni, Buyan (16) yang berstatus pelajar disalah satu sekolah Kabupaten Kaur dan rekannya, berinisial Pu (17) warga Desa Parda Suka Kecamatan Maje. Dua remaja ini dijebloskan dalam jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keduanya melakukan aksi pencurian di SDN 117 Kaur. Pelaku masuk dalam ruang guru pada malam hari dengan cara menjebol plafon ruangan dan menggondol dua buah gitar merek Yamaha.

Penangkapan terhadap kedua remaja ini berdasarkan laporan polisi nomor LP/17-B/I/2019/BKL/ResKaur/Sekmaje tanggal 7 Januari lalu. Tim buruh sergap Polsek Maje mendapt informasi bahwa salah satu pelaku berada di Kota Bengkulu. Tim tidak ingin kehilangan buruannya dan langsung meluncur mengejar pelaku. setibanya di Kota Bengkulu, tim buruh sergap yang dipimpin langsung Kapolsek Maje, Ipda Cahya Prasada Tuhuteru, S. Tr.k berhasil membekuk pelaku Buyan. Dari keterangan Buyan kepada polisi, ia melakukan aksinya bersama temannya yang masih berada di Desa Parda Suka.

Tim Polsek Maje pulang dari Kota Bengkulu bersama pelaku, kemudian melakukan penyergapan terhadap pelaku lain berinisial Pu dirumahnya. Tanpa perlawanan, pelaku diamankan dan dibawa ke Polsek guna melengkapi berkas perkara. Kedua remaja ini dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian ini bisa terancam hukuman tujuh tahun penjara. Keduanya langsung dimasuk bui guna mempertanggungjawabkan perbuatannyamelawan hukum.

Setibanya di Mapolsek Maje, Kapolsek langsung menggelar press realis terhadap hasil tangkapannya. Keduanya saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pelapor dan saksi pun langsung diminta datang menghadap penyidik guna melengkapi berkas pemeriksaan. Selanjutnya, penyidik melakukan tugasnya menyelesaikan pemberkasan.

Mengingat, salah satu pelaku masih dibawah umur maka proses penyidikannya mengacu pada undang-undang perlindungan anak. Pemeriksaan terhadap pelaku ini juga didampingi oleh orang tuanya. Selain itu, penyidik juga bekerja cepat, penanganan kasus pidana yang melibatkan anak dibawah umur terbatas waktunya. Dalam 14 hari berkasnya harus selesai dan diserah terimakan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kaur.

Proses pemeriksaan terhadap pelaku bawah umur ini berkoordinasi dengan pihak Bapas Bengkulu. Sehingga, penyidik benar-benar ekstra keras dalam menyelesaikan tugasnya.

“Dua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang tindak pidan pencurian dengan ancaman tujuhb tahun penjara,” ujar Kapolsek.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *