Bekali Personel PAM TPS, Polres Kaur Doa Bersama

oleh -0 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Minggu tanggal 06 Desember 2020 Sekira pukul 09.00 Wib bertempat di Aula Patria Tama Polres kaur dilaksanakan Doa Bersama dan Pembekalan Personil PAM TPS dalan Rangka Operasi Mantap Praja Nala 2020 Polres Kaur dan Jajaran.

Kegiatan dipimpin oleh Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono,S.Ik.,MH. Waka Polres Kaur, Para Kabag, Para Kasat, Para Kapolsek, Ketua Bawaslu Kabupaten Kaur Tony Kuswoyo,S.Sos. Komisioner KPUD Kaur Divisi Teknis Irfan. Ketua MUI Kabupaten Kaur KH. Wahyu Datsi. Seluruh personil Polres Kaur dan Jajaran yang terlibat PAM TPS

Rangkaian Kegiatan,Doa Bersama Personel Pores Kaur dan Jajaran. Doa bersama dipimpin oleh ketua MUI yg dalam hal ini kita memohon kepada Tuhan YME agar personil yang melaksanakan tugas Pam TPS tidak ada hambatan. Juga meminta agar mendoakan seluruh masyarakat kab kaur yg mengikuti pesta demokrasi agar tetap dalam keadaan sehat, aman dan damai.

Minta didoakan agar situasi pemilukada yang akan dihadapi dalam keadaan aman dan kondusif. Semoga apa yang menjadi doa kita bersama dapat dikabulkan.

Kegiatan dilanjutkan pembekalan Personil Pam TPS. Secara teknis seluruh personil sudah berpengalaman dalam hal PAM TPS yang sebelumnya sudah dilaksanakan PAM TPS untuk Pilpres dan Pileg. Untuk kesempatan ini mungkin akan sedikit berbeda dengan sebelumnya dikarenakan hanya 2 pemilihan.

Untuk Personil Pam TPS hanya berada di luar TPS, namun tidak menutup kemungkinan personil Polri akan banyak ditanyai mengenai kendala yang nantinya dihadapi di TPS. Pesan Bapak Kapolda melalui Vicon dengan Kapolres jajaran agar seluruh personil Polri tidak main-main dan terlibat politik praktis.

Tetap laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan mentaati protokol kesehatan mengingat pemilukada tahun 2020 dihadapkan dengan Pandemi Covid-19. Untuk personil yang sakit agar segera melaporkan kepada pimpinan.

Terkait distribusi logistik agar diantisipasi mengingat cuaca sekarang tidak menentu dan kotak suara hanya terbuat dari kardus. Agar betul-betul dicek kondisi kotak suara dan isinya, mengingat berdasarkan pengalaman sebelumnya adanya logistik yang rusak. Sebelum pelaksanaan start pencoblosan agar personil Pengamanan meminta Tata Tertib pelaksanaan.

Ada potensi kerawanan Untuk
pemilih yg pindah hak pilih diwajibkan membawa formulir A5 dan melengkapi persayaratan yg ada. Apabila persyaratan tersebut tidak lengkap tidak diperbolehkan untuk memilih. Potensi lain yaitu adanya warga Kaur yang bekerja diluar Kabupaten Kaur namun tidak terdaftar di DPT namun ingin menggunakan hak pilihnya. Pada saat pelaksanaan pemilu ditemukan adanya pemilih yang suhu badannya tinggi/terpapar covid-19.

Adanya potensi pada saat pengumpulan logistik ada pihak dari paslon yg ikut mengawal kotak suara yg nantinya dimungkinkan akan terjadi sabotase. agar personil mengantisipasi terjadinya sabotase pada saat perekapan di PPK.

Penyampaian Ketua Bawaslu, sudah menyiapkan anggota di tiap2 TPS. Sudah dilakukan Rapid tes sebanyak 2 kali terhadap pengawas TPS. Sudah melakukan kegiatan Patroli pengawasan dan sudah di berikan himbauan kepada pihak Panwascam agar Stand by 1X24 jam. Agar kiranya Personil polri yg terlibat PAM TPS melakukan koordinasi dengan pihak pengawas di TPS dan melakukan pemantauan terhadap pihak pengawas. Untuk pelaksanaan dimulai pada pukul 07.00 Wib yang mana semua persiapan sudah disiapkan

Untuk formulir C-6 tidak diwajibkan untuk dibawa namun dengan catatan membawa kartu identitas. Untuk masyarakat yg tidak termasuk dalam DPT namun memiliki E-KTP dapat memberikan hak pilih dimana KTP yg bersangkutan berasal dengan catatan untuk pemilih diatas jam 12.00 Wib.

Dalam ketentuan untuk pindah Hak pilih dapat dilaksanakan H-3 pelaksanaan dengan membawa formulir C-5. SiRekap belum bisa dijadikan Acuan, hanya bersifat uji coba.

Penyampaian Komisioner KPU,Kaur memiliki 318 TPS, ditiap TPS ada KPPS sebanyak 7 orang. H-2 akan dilaksanakan distribusi logistik untuk TPS sulit, sedangkan Untuk TPS yang tidak sulit dilaksanakan H-1. Pada H-3 KPU sudah harus menyampaikan kepada masyarakat terkait formulir C-6. Pada saat pelaksanaan pemilihan, pemilih diwajib memakai masker, membawa alat tulis sendiri. Apabila ditemukan adanya pemilih yang memiliki suhu badan tinggi, mengalami tidak enak badan, atau bahkan terpapar covid-19 bahwa anggota KPPS akan mendata pemilih tersebut dengan menggunakan APD Lengkap.

Apabila Pemilih tidak menggunakan masker atau alat tulis sendiri akan tetap dilayani, akan disediakan masker ditempat. Pemilih yang suhu badannya tinggi akan segera dimasukkan ke dalam bilik suara khusus. Untuk pemilih yang terdaftar di DPT diwajibkan membawa E-KTP dan formulir undangan, namun apabila tidak membawa E-KTP tetapi terdaftar di DPT maka tidak diperbolehkan memilih.

Dalam proses SIRekap ada 2 Sistem, yaitu sistem online dan offline. Sebelum dilakukan perekapan surat Suara, KPPS wajib menghitung ulang surat suara. Pada saat penghitungan surat suara tidak diperbolehkan pindah tempat penghitungan.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *