Air Sungai Cawang Kanan Ngamuk, 27 Remaja Hanyut Terbawa Arus. 4 Tewas, 6 Hilang

oleh -476 views

KAUR, E-BENGKULU.COM – Tragis, bencana datang tiba-tiba datang menghempas alam disekelilingnya. Derasnya arus sungai Cawang Kanan Desa Bungin Tambun 3 tidak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidrogen (PLTMH) Padang Guci. Akibatnya, 27 remaja yang asyik menikmati panorama alam diatas jembatan gantung hanyut terseret air bah yang datang tiba-tiba. Jembatan gantung putus sehingga para remaja ini terjun bebas dalam sungai dengan arus yang sangat deras.

Dikabarkan, 17 remaja berhasil ditemukan selamat. Namun, empat diantaranya ditemukan warga dengan kondisi tidak bernyawa lagi. 6 diantaranya dinyatakan hilang. Keenam remaja ini belum ditemukan warga bersama tim evakuasi gabungan, Basarnas Bengkulu, BPBD, Kepolisian, TNI dan Kompi Brimob.

Tim langsung membuat posko penanganan di Desa Manau IX.2. Diperoleh informasi bencana alam ini dipicu hujan deras dan angin kencang sejak pagi. Air bah datang tiba-tiba menghantam jembatan gantung dimana para remaja yang nongkrong. Selain para korban, terdapat informasi empat unit sepeda motor ikut hanyut terbawa arus sungai dan belum ditemukan.

Tim evakuasi dan pencarian korban tragedi jembatan gantung Cawang Kanan ini melakukan koordinasi terkait pencarian korban. Tim yang dipimpin langsung Dandim 0408 BS-Kaur didampingi Waka Polres Kaur memberi arahan kepada personil gabungan. Tim terdiri dari, satuan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, camat, Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Padang Guci Hulu, perangkat desa, BPD dan warga. Tim sepakat pencarian korban hilang disungai dihentikan sementara waktu mengingat, kondisi medan yang berat dan gelapnya malam. Guna menghindari musibah susulan, pencarian korban oleh tim dilanjutkan esok hari. Namun, meskipun tim memutuskan untuk menunda sementara pencarian terhadap korban hilang sebagian warga tetap melanjutkan pencarian dengan menyelusuri pinggiran sungai menggunakan senter.

Berikut data sementara data korban tragedi jembatan gantung Cawang Kanan :
Data Sementara Korban selamat :
1. Arif bin Anudi, desa Bungin Tambun 3 Kecamatan Padang Guci Hulu.
2. Cindi binti Arsono, desa Guru Agung Kecamatan Padang Guci Hulu.
3. Candra bin naya, desa Bungin Tambun Kecamatan Padang Guci Hulu.
4. Dili binti sisan, desa Bungin Tambun 3 Kecamatan Padang Guci Hulu (dirawat di RSUD Kaur).
5. Sofia Fadila binti piang, desa Tanjung Kemuning Kecamatan Tanjung Kemuning.
6. Emi Astuti binti yanato, Kelurahan Simpang 3 Kecamatan Kaur Utara.
7. Sherli oktafia binti janawarsya, Kelurahan Simpang tiga Kecamatan Kaur Utara.
8. Agung bin Darmawan , Desa Pagar Alam Kecamatan Kaur Utara.
9. Aldi bin utik , Desa Pagar Alam Kecamatan Kaur Utara.
10. Ranti bin Tawan, Desa Tanjung iman 1 Kecamatan Tanjung Kemuning.
11. Cici binti Julianto, desa Bungin tambun 3 Kecamatan Padang Guci Hulu.
12. Melia binti , desa Bungin tambun 2 Kecamatan Padang Guci Hulu.
13. Emizer bin hinterman, Desa Pulau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir.
14. Guntara bin musirman, Desa Pulau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir.
15. Binten bin litusman, Desa Pulau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir.
16. Andi bin Amru , Desa Pulau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir.
17. Dendi bin sanawi, Desa Pulau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir.

Data sementara Korban meninggal :
1. Emilia binti minut, Desa Manau IX 2 Kecamatan Padang Guci Hulu.
2. Yeni binti kamharudin, Desa Manau IX 2 Kecamatan Padang Guci Hulu.
3. Pio bin Didi , Desa Bungin Tambun Kecamatan Padang Guci Hulu.
4. Peri Rahman bin tisri, Desa Puau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir.

Data Korban dalam pencarian :
1. Mika binti sus, Desa Bungin Tambun 3 Kecamatan Padang Guci Hulu.
2. Intan guspani binti Indi , Bungin Tambun 2 Kecamatan Padang Guci Hulu.
3. Migi bin Jon armada , Desa Rigangan Kecamatan Kelam Tengah.
4. Gok bin junar, desa Tanjung ganti 1 Kecamatan Kelam Tengah.
5. Ipan bin Ujang , Desa Pulau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir.
6. Viki bin Ida, Desa Pulau Panggung Kecamatan Padang Guci Hilir.

Tim penanganan bencana mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban tragedi tersebut agar kiranya dapat melapor ke posko di Desa Manau IX.2.(kif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *